Yoogyakarta

BKSDA Imbau Masyarakat Tak Menembak Burung Layang-layang Asia di Jalan Suryotomo

Jalan Suryotomo kembali menjadi sarang burung Layang-layang Asia. Burung-burung tersebut biasanya bertengger di baliho, kabel, pohon dan lain-lain.

BKSDA Imbau Masyarakat Tak Menembak Burung Layang-layang Asia di Jalan Suryotomo
TRIBUNJOGJA.COM / Krisna Sumargo
Ribuan burung Layang-layang Api "parkir" di kawasan belakang Pasar Beringharjo, Kota Yogya, depan Taman Budaya Yogyakarta, hingga sepanjang Jalan Suryotomo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalan Suryotomo kembali menjadi sarang burung Layang-layang Asia.

Burung-burung tersebut biasanya bertengger di baliho, kabel, pohon,dan lain-lain.

Suhu Panas di Kota Semarang Pecahkan Rekor, Capai 39,4 Derajat Celcius

Burung Layang-layang Asia tersebut tidak ada saat siang hari, namun akan mulai terbang ke Jalan Suryotomo sore hari.

Karena digunakan sebagai sarang, kotoran burung pun jatuh dan mengenai aspal jalan dan beberapa tempat lain.

11 Rekomendasi Restoran Jepang di Kota Yogyakarta yang Perlu Kamu Tahu

Bah kotoran pun tak dapat dihindarkan.

Meski menggangu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tidak menembaki burung-burung tersebut.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Yogyakarta, Untung menjelaskan burung tersebut berasal dari Siberia, Rusia, Mongolia dan Cina.

Burung tersebut berkembang biak di belahan utara dan jika musim dingin tiba mereka bermigrasi ke selatan melalui Afrika, Asia Tenggara, Filipina, dan Indonesia menuju Papua dan Australia.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY Terima Lima Nuri Bayat, Burung Langka di Indonesia

"Kami sudah lakukan pemantauan. Berdasar laporan dari personil resort konservasi kota, jenis burung migran masih sama dengan tahun lalu yaitu Layang-layang Asia," katanya, Selasa (22/10/2019).

"Saat ini di belahan bumi bagian Utara masih musim dingin yang ekstrim. Sehingga burung-burung tersebut bermigrasi ke belahan bumi selatan yg lebih hangat utk mempertahankan kehidupan mereka," sambungnya.

Ia mengungkapkan tujuan akhir dari burung tersebut adalah Papua dan Australia.

Diperkirakan burung tersebut di Yogyakarta hingga Januari atau Februari tahun depan.

"Burung tersebut hanya singgah saja, hanya sementara. Di Yogyakarta hanya untuk singgah dan cari makan saja. Masyarakat diimbau untuk tidak menembaki burung tersebut," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved