Nasional

Prof Purwo Santoso: Gerindra Bergabung ke Pemerintah, Upaya untuk Menyukseskan Program Kerja

Selain itu, langkah tersebut juga merupakan ajakan untuk segera melupakan perpecahan dan sekat-sekat politik yang tercipta sewaktu ajang pemilu lalu.

Prof Purwo Santoso: Gerindra Bergabung ke Pemerintah, Upaya untuk Menyukseskan Program Kerja
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay via kompas.com
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan itu membahas berbagai gagasan untuk kemajuan bangsa seperti pemindahan ibu kota, isu-isu ekonomi hingga pertahanan negara. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guru Besar Ilmu Pemerintahan UGM, Prof. Purwo Santoso memandang, bergabungnya Gerindra ke dalam kabinet kerja jilid II merupakan upaya Jokowi untuk menggandeng semua pihak guna menyukseskan program-program kerjanya selama lima tahun ke depan.

Selain itu, langkah tersebut juga merupakan ajakan untuk segera melupakan perpecahan dan sekat-sekat politik yang tercipta sewaktu ajang pemilu lalu.

Purwo mengatakan, langkah Jokowi dalam menggandeng oposisi pun tidak hanya sekali ini saja dilakukan.

Pada periode pertamanya menjabat, sejumlah partai politik yang semula di kubu sebelah, secara perlahan ikut bergabung ke pemerintahan.

"Bisa dilihat dari PAN dan masuknya Golkar kan sudah terlihat, sehingga dia bisa lebih efektif jika didukung oleh semua fragmen politik. Dia juga kan bukan ketua partai, jadi mesti ada kekuatan alternatif ketika kekuatan satu partai tidak bisa dijadikan alat yang dikendalikan penuh," jelas Purwo, Senin (21/10/2019).

Kritik Mahasiswa untuk Presiden Jokowi yang Dianggap Bagi-bagi Kekuasaan dan Rapor Merah Periode I

Dijelaskannya, kondisi ini juga lumrah dalam dinamika politik.

Pasalnya hakikat politik merupakan untuk meraih kekuasaan.

Namun begitu, yang menjadi permasalahan dan kontroversi adalah konsepsi oposisi yang menurutnya bukan logika yang benar dalam sistem presidensial.

"Memang strategi Jokowi ingin menggandeng semua kekuatan sehingga program kerja yang mau dikejar selama lima tahun ke depan boleh-boleh saja," imbuhnya.

Kecil Kemungkinan

Disinggung soal sikap NasDem yang disinyalir bakal hengkang dari kubu koalisi, Purwo menilai kemungkinan tersebut sangat kecil terjadi.

Dia melihat tidak ada dasar yang kuat untuk melihat partai besutan Surya Paloh itu bakal keluar.

Pastikan Gerindra Dapat 2 Kursi Menteri, Ini Kata Prabowo Subianto Setelah Bertemu Presiden Jokowi

"Saya tidak yakin kalau NasDem mau keluar. Karena tujuan partai itu ikut pemilu kan untuk masuk dalam kekuasaan dan kalau itu dilakukan kan jadi tidak logika," urainya.

Lebih lanjut diterangkannya, jika pun rencana NasDem yang akan keluar adalah akibat dari lobi-lobi politik yang tidak sesuai, masih ada alternatif lain yang mungkin bisa disepakati.

"Kan ada sekian banyak negosiasi yang bisa dilakukan dan itu tidak tunggal, sehingga jika ada suruhan untuk mengalah dalam posisi tertentu pasti ada imbangan lain yang juga sesuai," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved