Pendidikan

Hari Santri, Santri Dituntut Tak Hanya Kuasai Ilmu Agama

Peringatan santri yang jatuh pada 22 Oktober, bisa menjadi momentum bagi santri untuk meningkatkan kualitas keilmuan.

Hari Santri, Santri Dituntut Tak Hanya Kuasai Ilmu Agama
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Di era revolusi industri 4.0, santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga ilmu umum lain, seperti kedokteran, hukum, ekonomi maupun teknologi.

Sahiron Syamsuddin, Pakar Hermeneutika UIN Sunan Kalijaga menerangkan, peringatan santri yang jatuh pada 22 Oktober, bisa menjadi momentum bagi santri untuk meningkatkan kualitas keilmuan, utamanya mengenai teknologi.

"Di samping ahli dalam bidang agama dan umum, juga diharapkan santri menguasai IT. Karena di era industri 4.0 santri juga dituntut untuk melek IT. Di samping memberikan pengajaran kepada masyarakat secara tradisional, konvensional ke depan juga menggunakan IT," ungkapnya pada Senin (21/10/2019).

11 Rekomendasi Restoran Jepang di Kota Yogyakarta yang Perlu Kamu Tahu

Menurutnya, saat ini ketika santri menjadi tokoh agama bisa menggunakan media sosial untuk membantu menyebarkan dakwah keagamaan.

Mengenai konten yang disampaikan diutamakan adalah paham keagamaan yang moderat dan bukan yang ekstrem.

"Umpamanya santri aktif di YouTube, Facebook menyampaikan pikirannya, pandangannya, dan sudah barang tentu karena kita negara kesatuan RI maka yang diutamakan adalah faham keagamaan yang moderat. Dari sisi konten kita bisa menerjemahkan sumber keislaman Al Quran dan hadis dalam konteks keindonesiaan, dalam koridor NKRI dan Pancasila," katanya.

Kemenag Gelar Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019

Sahiron menerangkan, sampai saat ini santri dan pesantren masih menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya, dengan diterbitkannya Undang-undang mengenai pesantren, keberadaan pesantren sudah diakui oleh pemerintah.

"Kontribusi yang paling kentara adalah pendidikan keagamaan kepada masyarakat, tentunya harus dipertahankan. Kontribusi yang selama ini ada, dikembangkan melalui sarana IT ke depan harus digunakan juga. Pesantren sampai saat ini masih menjadi garda depan menjaga NKRI dan Pancasila," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved