Jawa

Serunya Ganjar dan Sri Mulyani Ikut Tarik Tambang di Kampung Dolanan

Mereka begitu antusias berebut memainkan aneka dolanan tradisional, seperti balap karung, engklek, tarik tambang, bakiak dan sebagainya.

Serunya Ganjar dan Sri Mulyani Ikut Tarik Tambang di Kampung Dolanan
Dokumentasi Pemkab Klaten
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak puluhan untuk lomba tarik tambang di Desa Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (18/10/2019) 

“Wah, lha kana wong gedhene ana loro (wah, lha disana orang besarnya ada dua), ya mesti kalah (ya mesti kita kalah),” celetuk salah satu tim Ganjar disambut tawa semua peserta.

Gubernur menyatakan bahagia melihat keceriaan anak-anak tersebut.

Saat di tempat lain ada banyak anak-anak masuk rumah sakit jiwa karena kecanduan gawai, di Klaten ia menemukan anak-anak yang masih bermain permainan tradisional.

“Saya senang sekali, anak-anak ini masih bermain tarik tambang, engklek, balap karung, teklek racing dan permainan lain. Mereka bersentuhan, ada perasaan dan emosi yang tercurah, jatuh bareng, tertawa bareng, nangis bareng. Sebagai manusia, mereka saling bertemu dan berbahagia,” kata Ganjar.

Ditambahkan, di tengah dunia yang mengintimidasi melalui permainan gadget, ternyata di Sidowayah Klaten masih banyak anak-anak yang bermain permainan tradisional.

Dengan permainan tradisional itu, anak-anak akan hidup sebagai manusia sempurna.

“Selain menyehatkan, anak-anak akan memiliki memori yang tak terlupakan sampai tua nanti. Ini keren. Mari kita kurangi gadget pada anak-anak dan mengajak mereka bermain bersama seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu fasilitator Desa Dolanan Sidowayah, Marno mengatakan, kampung dolanan tersebut dibuat sejak 2017 lalu.

Dalam kampung tersebut, terdapat berbagai jenis permainan anak tradisional, seperti engklek, gobak sodor, egrang, teklek, balap karung dan mainan lainnya.

“Tujuan kita supaya anak-anak tidak tergantung pada gadget. Ketergantungan gadgetsangat membahayakan, khususnya pada kesehatan dan pola pikir anak-anak. Dengan mengembalikan permainan tradisional ini, maka anak dapat bermain dengan ceria, berkumpul, sehat dan lebih bermanfaat,” ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved