Bantul

Genduri Ageng, Tradisi Warga Desa Sabdodadi, Rajut Persatuan dan Kebersamaan

Ribuan warga Desa Sabdodadi Bantul mengikuti upacara budaya adat Genduri Ageng di Pendopo Padukuhan Dukuh, Desa setempat, Minggu (20/10/2019) siang.

Genduri Ageng, Tradisi Warga Desa Sabdodadi, Rajut Persatuan dan Kebersamaan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga Desa Sabdodadi Bantul menggelar upacara adat Genduri Ageng, Minggu (20/10/2019) 

Golong itu golong-gilig yang artinya menyatukan semua keinginan dan pendapat. Lalu ada makanan Ingkung.

Ingkung adalah olahan dari ayam jantan yang disajikan secara utuh. Dimana Ingkung dalam Genduri di Desa Sabdodadi telah diikat menjadi satu.

Hidupkan Kembali Pasar Seni Gabusan, Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp 1 Miliar

"Artinya nyawiji dalam kesatuan," tuturnya.

Ada juga hidangan nasi megono. Dikemas tumpeng mengerucut keatas.

Megono dilengkapi dengan sayur mayur dan aneka lauk. Nasi tersebut menurutnya sebagai simbol hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Sedangkan lauk pauk--letaknya dibawah--menandakan keberagaman.

"Manusia itu heterogen. Berbeda-beda. Beda ras, suku, agama. Namun tetap bisa bersatu di dalam kebersamaan," ujar dia.

Setelah masyarakat berkumpul.

Mereka lalu bersama-sama merapalkan tahlil dan ditutup dengan doa keselamatan.

Makanan kemudian dibagikan dengan sarang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved