Kegunaan Tes DNA Seperti Dilakukan Ariel NOAH, Ketahui Nenek Moyang hingga Warisan Penyakit Manusia

Selain untuk mengetahui asal-usul nenek moyang, tes DNA juga memberikan manfaat lebih banyak. Salah satunya melihat warisan penyakit yang diturunkan

Kegunaan Tes DNA Seperti Dilakukan Ariel NOAH, Ketahui Nenek Moyang hingga Warisan Penyakit Manusia
Kompas.com
Ariel NOAH sempat kaget dirinya ternyata memiliki empat fragmen DNA berbeda dari nenek moyang 

Manusia modern (Homo sapiens) telah mengembara selama ratusan ribu tahun dari Benua Afrika. Mereka menyebar ke seluruh pelosok dunia, termasuk Nusantara (kepulauan yang membentang dari Sumatera sampai Papua dan sebagian besar kini menjadi wilayah Indonesia).

Ilustrasi seorang seniman tentang struktur DNA i-motif di dalam sel bersama dengan alat berbasis antibodi yang digunakan untuk mendeteksinya.
Ilustrasi seorang seniman tentang struktur DNA i-motif di dalam sel bersama dengan alat berbasis antibodi yang digunakan untuk mendeteksinya. (Kompas.com)

Dari hasil penelitian itu, Herawati mengungkapkan ada empat gelombang migrasi manusia modern yang menyebabkan masyarakat Indonesia memiliki DNA beragam. Gelombang pertama terjadi sekitar 50.000 tahun yang lalu.

"Migrasi pertama datang dari Afrika melewati jalur selatan Asia menuju Paparan Sunda," kata Hera. Keturunan dari migrasi gelombang pertama mengembara sampai ke Australia. Mereka bermigrasi pada periode Pleistosen Akhir (sekitar 11.500 tahun lalu) dan periode Holosen Awal (sekitar 11.000 tahun lalu).

Gelombang kedua Gelombang migrasi kedua adalah manusia modern yang datang dari Asia daratan sekitar 4.300 sampai 4.100 tahun lalu. Hera menjelaskan, para penutur Austro-asiatik mulai bermigrasi ke Vietnam dan Kamboja melewati Malaysia hingga ke Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Kala itu, wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan masih berupa daratan yang menyatu.

Sementara, gelombang ketiga terjadi pada periode Holosen, tepatnya sekitar 4.000 tahun yang lalu. Saat itu manusia modern penutur Austronesia yang berciri ras Mongoloid membawa paket budaya neolitik berupa gerabah, beliung, seni, bahasa, teknologi, maritim, pengolahan makanan, serta domestikasi hewan.

Untuk diketahui, ras Mongoloid ciri fisiknya antara lain memiliki rambut berwarna hitam lurus, bercak mongol pada saat lahir, dan kelopak mata sipit. Selain itu, perawakan ras Mongoloid seringkali berukuran lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.

Gelombang migrasi keempat adalah perpindahan manusia modern pada zaman sejarah. Saat migrasi gelombang keempat terjadi, manusia modern dari India, Arab, dan Eropa masuk ke Nusantara.

"Pada masa ini, pembauran terjadi semakin kompleks. Genetika manusia yang tinggal di Nusantara atau Indonesia juga beragam. Sudah sulit dikenali lagi, mana lagi yang disebut gen dari Indonesia asli," terang Hera.

Dari penuturan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada orang pribumi asli. Justru, sebagian besar DNA orang Indonesia yang terlacak berasal dari Afrika.

"Karena dari 16 sampel yang kita pamerkan di Museum Nasional ini bahkan tidak ada yang pribumi asli. Maksudnya yang 100 persen real orang Indonesia, kebanyakan dari mereka besar presentasenya adalah keturunan atau nenek moyangnya, Afrika," tandas Hera.

(Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari)

Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved