Kegunaan Tes DNA Seperti Dilakukan Ariel NOAH, Ketahui Nenek Moyang hingga Warisan Penyakit Manusia

Selain untuk mengetahui asal-usul nenek moyang, tes DNA juga memberikan manfaat lebih banyak. Salah satunya melihat warisan penyakit yang diturunkan

Kegunaan Tes DNA Seperti Dilakukan Ariel NOAH, Ketahui Nenek Moyang hingga Warisan Penyakit Manusia
Kompas.com
Ariel NOAH sempat kaget dirinya ternyata memiliki empat fragmen DNA berbeda dari nenek moyang 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah selebriti merasa terkejut dengan hasil tes DNA yang mereka lalui untuk riset Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli. Pasalnya, tes tersebut memberikan hasil diluar dugaan.

Salah satu yang sempat kaget dengan hasilnya adalah Ariel NOAH. Diketahui, pria asal Bandung itu ternyata memiliki keturunan dari Asia Selatan, Asia Timur, Diaspora Asia dan Timur Tengah.

Tak hanya Ariel, adapula jurnalis Najwa Shihab yang terkejut melihat hasilnya. Ternyata, ia hanya memiliki gen Arab sebanyak 3,4 persen. Ia memiliki 10 fragmen DNA dari 10 leluhur berbeda. DNA Najwa sendiri didominasi gen Asia Tenggara dengan jumlah 48,54 persen.

Ariel NOAH punya 4 perpaduan DNA.
Ariel NOAH punya 4 perpaduan DNA. (Kompasa.com |)

Disadari, tes DNA memang banyak memiliki manfaat. Tidak hanya untuk mengetahui asal-usul nenek moyang bangsa, tetapi juga sejumlah penyakit yang mungkin diturunkan dari leluhur kita.

Melansir Kompas.com, profesor biologi molekuler dari Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo mengatakan bahwa DNA berasal dari autosom yang diturunkan dari orangtua. Tak heran, dalam DNA itu banyak diketahui informasi mengenaik genetik atau leluhur kita,

"Ayah akan memberikan separuh informasi genetik, demikian pula ibu. Ibu mendapat DNA dari kedua orangtuanya, demikian pula bapak," paparnya yang juga terlibat dalam proyek riset ini. Ia mengungkapkan banyak informasi yang dapat diperoleh ketika melakukan peruntutan genom total.

Adapun tindakan peruntutan genom total yang dimaksudnya bukanlah tes leluhur seperti yang dilakukan oleh Ariel. "Lebih ke arah kedokteran presisi, seperti manusia diobati maupun prediksi penyakitnya. Karena itu, kita bisa mencegah timbulnya penyakit dengan menghindari faktor-faktor yang memengaruhi gen," ujarnya.

Ditambahkan Herawati, adanya proyek tersebut kemudian memberikan pencerahan bahwa tak ada pewaris gen murni di Indonesia. Manusia Indonesia adalah campuran beragam genetika yang awalnya berasal dari Afrika.

Nusantara yang kita tinggali terdiri dari ratusan suku bangsa juga bahasa. Hal ini menarik bagi para peneliti genetika untuk menelusuri dari mana kita berasal dan siapa saja leluhur kita.

Apakah benar nenek moyang kita memang asli orang Indonesia yang sudah menempati bumi pertiwi sejak ratusan ribu tahun lalu? Ternyata jawabannya tidak. Penelitian yang dilakukan Herawati menunjukkan bahwa Indonesia adalah wilayah strategis yang mengalami empat gelombang migrasi manusia modern (Homo sapiens).

Halaman
12
Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved