Yogyakarta

Menilik Sejarah Komik di Yogyakarta Komik Weeks

Gambaran perjalanan komik di tanah air ini bisa disimak dengan seksama di ruang pameran Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, 8 sampai 21 Oktober 2019.

Menilik Sejarah Komik di Yogyakarta Komik Weeks
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Sejumlah pengunjung menyaksikan pameran komik “Yogyakarta Komik Weeks” di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejarah komik sebagai media narasi visual berupa gambar sekuensial di Indonesia mulai tercatat pada tahun 1920.

Dimulai dari relief di candi-candi berupa pahatan semi tiga dimensi berurutan.

Format gambar berurutan ini lalu bertransformasi dalam bentuk wayang beber memakai media kertas.

Puluhan tahun komik bertransformasi secara dinamis. Dari format fisik yang kini menjadi digital.

Gambaran perjalanan komik di tanah air ini bisa disimak dengan seksama di ruang pameran Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, 8 sampai 21 Oktober yang dikemas dalam bentuk pameran bernama “Yogyakarta Komik Weeks”.

Puluhan komik yang dipamerkan dalam gelaran ini bisa menjadi jendela untuk melihat sejarah perjalanan komik di Indonesia.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Satu dari puluhan karya komik yang dipamerkan, terdapat karya Abdulsalam (1913 - 1980) dan Hasmi (1946 - 2016).

Keduanya adalah tokoh penting terhadap dunia komik di Indonesia.

Karya Abdulsalam berjudul “Kisah Pendudukan Jogja” yang terbit tahun 1952 contohnya, tercatat dalam sejarah sebagai buku komik pertama di Indonesia.

Buku komik ini menampilkan kronologi mengenai agresi militer Belanda atau operasi Gagak yang berusaha menduduki Yogyakarta pada tahun 1948.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved