Akhir Cerita Hajatan Diboikot Warga Karena Beda Pilihan Kades

Gara-gara beda pilihan kepala desa, hajatan seorang warga di Sumberlawang, Sragen diboikot warga. Tak ada warga yang datang membantunya

Editor: Mona Kriesdinar
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Suhartini dan anak pertamanya, Siti di rumahnya RT 013 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019). 

Hajatan Diboikot Warga

Hajatan yang digelar Suhartini (50) berlangsung sepi. Tidak ada warga yang datang membantu, hingga pesta pun sepi. Akar masalahnya diduga karena Tini, sapaan akrabnya, berbeda pilihan kepala desa. Bagaimana akhir cerita peristiwa ini?

Peristiwa ini terjadi di RT 013 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah.

Suhartini menggelar hajatan untuk menikahkan aanaknya pada 16 September 2019 lalu.

Meski selama ini Tini selalu membantu tetangganya saat menggelar acara, namun kali ini tidak ada warga lainnya yang datang membantu ketika giliran dirinya menggelar acara.

Saling lempar

Dikutip dari kompas.com, Tini menceritakan sepekan sebelum acara hajatan dimulai, dirinya mendatangi Ketua RT setempat untuk minta bantuan pembagian kerja.

Namun, Ketua RT tersebut mengatakan pembagian kerja bukan dirinya lagi yang mengatur. Justru, Ketua RT menyarankan Tini untuk menemui karang taruna.

Setelah menemui pihak karang taruna, lagi-lagi tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.

Merasa dipermainkan Tini memilih untuk pulang.

"Karena disuruh ke sana kemari saya kemudian pulang," katanya ditemui Kompas.com di Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019).

Tini lantas meminta pertimbangan dengan saudara-saudaranya terkait permasalahan yang dialami.

Biasanya setiap ada hajatan di desa cukup Ketua RT yang menyelesaikan.

Justru saat dirinya hajatan, ada alasan yang dibuat-buat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved