Bisnis

Tantangan UMKM di Era Saat Ini

Beberapa aspek inovasi yang diperlukan UMKM ialah inovasi teknologi, proses produksi, pemasaran dan jaringan, dan inovasi dalam desain produk.

Tantangan UMKM di Era Saat Ini
IST
Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM II di Grha Sabha Pramana pada Rabu (16/10/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada kurun waktu 1998 sampai dengan saat ini, pertumbuhan UMKM di Indonesia cukup pesat, mencapai 62,5%.

Panut Mulyono, Rektor UGM dalam kegiatan Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM II di Grha Sabha Pramana pada Rabu (16/10/2019) menjelaskan, dulunya jumlah UMKM pada saat krisis moneter hanya 40 juta UMKM, sedangkan saat ini mencapai 66 juta UMKM.

Panut menjelaskan, peran UMKM dalam menumbuhkan ekonomi nasional di era industri 4.0 sangatlah besar, yang mana UMKM bisa membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

"Penyerapan tenaga kerja penting bagi sebuah negara karena pertumbuhan penduduk yang sangat besar. UMKM di Indonesia punya peranan penting dalam kontribusi terhadap pembangunan ekonomi melalui peningkatan pendapatan domestik kultur dan ekspor," terangnya.

128 UMKM Bantul Diusulkan untuk Dikurasi Agar Bisa Masuk Bandara YIA Kulonprogo

Menurutnya, UMKM juga memiliki sumbangsih dalam mengembangkan ekonomi lokal dengan menciptakan pasar dan inovasi melalui fleksibilitas dan sensitivitasnya, berkaitan dengan dinamis antar kegiatan usaha dan memberikan kontribusi terhadap ekspor non-migas.

Menurutnya, untuk memberdayakan UMKM perlu upaya peningkatan kualitas produk, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Beberapa aspek inovasi yang diperlukan UMKM ialah inovasi teknologi, proses produksi, pemasaran dan jaringan, dan inovasi dalam desain produk.

Untuk desain produk sendiri, UMKM juga perlu disesuaikan agar memenuhi selera pengguna.

"Yang terpenting dalam penerapan inovasi teknologi dibutuhkan regulasi, kebijakan, keuangan, kapasitas sumber daya manusia, dan teknologi. Meski demikian, masih ada kendala bagi UMKM baik dari internal ataupun eksternal, beberapa diantaranya meliputi produksi, pengolahan, pemasaran, desain, teknologi, SDM, permodalan, dan iklim usaha," ungkapnya.

Klaten Smartcity Akan Giatkan Ekonomi UMKM

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo menjelaskan, banyak UMKM yang dibina gagal lantaran pelaku UMKM tidak berani mengambil risiko ketika menghadapi sebuah tantangan.

Eko menerangkan jika kegagalan terbesar setiap UMKM adalah tidak ada jaringan, tidak akses finansial, tidak punya akses pasar, kalah dalam hal penelitian dan pengembangan.

"Tantangannya sukses di masa sekarang belum tentu sukses di masa yang akan datang. Kemendes PDTT punya sebuah program produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades). Di desa mayoritasnya dari sektor komoditi lebih dari 82%. Masyarakat desa bergantung pada sektor komoditi," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved