Yogyakarta

Pentingnya Mediasi Konflik Antara Pasien dan Rumah Sakit

Ketua Umum Persatuan Humas Rumah Sakit Swasta (Perhumass) DIY, Eka Budy Santoso, mengatakan rumah sakit yang bergerak di bidang pelayanan sangat berbe

Pentingnya Mediasi Konflik Antara Pasien dan Rumah Sakit
IST
rapat anggota Perhumas DIY 

“Kunci dari mediasi adalah kedua pihak ingin menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak,” katanya.

Eka menyarankan, apabila terjadi komplain antara pasien atau keluarga pasien dengan rumah sakit, sebaiknya diselesaikan melalui mediasi dibanding melalui legitasi atau peradilan.

Setidaknya ada tujuh keuntungan penyelesaian masalah melalui mediasi.

Pertama, menyelesaikan sengketa secara cepat dan relatif murah dibandingkan dengan membawa perselisihan tersebut ke pengadilan atau ke lembaga arbitrase.

“Karena bila di pengadilan, kita akan terkuras tenaga, waktu, perhatian dan uang. Sangat capek,” jelasnya.

Kedua, memfokuskan perhatian para pihak pada kepentingan mereka secara nyata dan pada kebutuhan emosi atau psikologis mereka.

Seorang Ibu Melahirkan Anak Pertama di Bak Mandi setelah Ditolak Rumah Sakit

Sehingga mediasi bukan hanya tertuju pada hak-hak hukumnya.

“Karena konsepnya win win solution, sehingga tidak akan ada dendam di antara keduanya,” ujar Eka.

Manfaat lainnya dari penyelesaian masalah melalui mediasi adalah dapat memberikan kesempatan para pihak untuk berpartisipasi secara langsung dan secara informal dalam menyelesaikan perselisihan mereka.

Memberikan para pihak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap proses dan hasilnya.

Halaman
123
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved