Breaking News:

Kronologi Pelajar di Bantul Meninggal Kena Pukul Teman Sekolahnya

Polres Bantul belum menetapkan status tersangka dalam kasus perkelahian antara dua siswa MTs An-Nur, Sewon, Bantul, yang berujung pada meninggal

Tribunjogja.com | Ahmad Syarifudin
Kapolsek Sewon Kompol Paimun 

"Anak baik sekali, rajin jamaah paling depan, sudah hafal empat juz. Baik sekali, pendiam," ucapnya.

Subakir menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada orang tua siswa, karena menyangkut psikologis anak pelaku.

Ia menuturkan, hal tersebut harus dipikirkan secara matang, jangan sampai MRM terbebani jika harus melanjutkan sekolah di madrasah ini.

"Karena masih kecil, mungkin ada trauma. Jadi, lebih baik diajak pulang dulu ke Kalimantan (Balikpapan), cooling down, sama-sama berpikir, kami disini juga menimbang, yang terbaik untuk anak," tuturnya.

Subakir juga mengungkapkan, kasus ini tidak akan diperpanjang, karena orang tua anak korban menilai, tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.

Bahkan, keluarga sampai berdebat alot dengan tim dokter, lantaran menolak proses otopsi pada jenazah.

"Terutama bapak korban ya, sudah ikhlas, ridho, tak akan mempermasalahkan, karena ini murni musibah. Jadi, masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, meski anak pelaku sempat dibawa ke Polsek dan Polres juga pagi tadi," jelasnya.

Orang Tua Korban

Orang tua korban, AMR, terlihat baru selesai dari pemakaman. Ia telah purna mengantarkan putra pertamanya itu menuju tempat peristirahatan abadi. Raut mukanya sendu. Suaranya berat. Seberat suara orang berduka.

"Saya dan keluarga sudah ikhlas. Ridho, karena ini memang sudah takdir-Nya," kata dia, tertunduk pasrah.

Halaman
1234
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved