Gunungkidul

Dispertaru Gunungkidul Verifikasi Tanah Desa

Dispertaru Gunungkidul targetkan verifikasi ribuan bidang tanah di 27 desa di 6 kecamatan selesai pada tahun ini.

Dispertaru Gunungkidul Verifikasi Tanah Desa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Gunungkidul targetkan verifikasi ribuan bidang tanah di 27 desa di 6 kecamatan selesai pada tahun ini.

Hal tersebut bertujuan untuk menertibkan administrasi pertanahan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasi Inventarisasi dan identifikasi pertanahan Dispertaru Gunungkidul, Yulianto Anang Subangun, Rabu (16/10/2019).

Inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting Gunungkidul Raih Top 45 Pelayanan Publik Terbaik

"Kegiatan verifiaksi bertujuan untuk menertibkan administrasi data pertanahan tanah desa meliputi tanah pelungguh, pengarem-arem dan tanah kas desa. Adapun asal-usul keberadaannya ada yang dari gaduh, hibah dan membeli yang dianggarkan melalui APBDes," jelasnya.

Selain itu kegiatan verifikasi juga untuk mengetahui asal usul tanah yang dimiliki oleh pihak deasa. Ia menambahkan dalam verifikasi tahap ini dilakukan di 27 desa di 6 kecamatan.

"6 Kecamatan meliputi Kecamatan Wonosari, Semanu, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, dan Kecamatan Playen. Verifikasi ini dilakukan secara bertahap, dengan total sebanyak 1.277 bidang tanah," katanya.

Ia mengungkapkan total kurang lebih ada 4000 bidang tanah yang nantinya akan dilakukan verifikasi akan tetapi verifikasi dilakukan secara bertahap.

Pileg dan Pilpres Diyakini Tak Akan Pengaruhi Pilkada 2020 di Gunungkidul

"Tahapan verifikasi saat ini yang dilakukan hanya verifikasi sertifikat yang sudah terbit, terkait identitas bidang tanah, letak, dan pemanfaatannya," ujarnya.

Lanjutnya, sertifikat tanah saat ini masih tertulis hak pakai pemerintah desa di atas tanah negara.

"Data ada di pihak desa dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul, jadi perlu dilakukan penelusuran untuk mengetahui asal-usul maupun penggunaan di lapangannya dengan data yang ada di sertifikat yang telah terbit," katanya.

Ia mengatakan kegiatan verifikasi ini berdasarkan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta (Perdais) No 1 Tahun 2017.

26 Persen Penduduk Gunungkidul Belum Miliki Jamban Sehat

Sementara itu, Kades Ngeposari, Kecamatan Semanu Ciptadi mengatakan, wilayahnya ada 95 hektare lahan, terdiri dari kas desa dan Sultan Ground (SG).

Sebanyak 46 bidang diantaranya milik SG dan belum dimanfaatkan secara optimal.

"Untuk verifikasi di desa kami belum dilakukan. Tanah desa diantaranya masih berupa telaga dan lurung atau jalan setapak. Baik tanah desa maupun SG sudah dilakukan pendataan,” kata Ciptadi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved