Polisi : JAD Rencanakan Bom Bunuh Diri di Solo dan Yogya Saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Polisi : JAD Rencanakan Bom Bunuh Diri di Solo dan Yogya Saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Polisi : JAD Rencanakan Bom Bunuh Diri di Solo dan Yogya Saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merencanakan aksi bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah dan Yogyakarta saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10/2019) mendatang.

Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh Densus 88 Antiteror dengan penangkapan sejumlah terduga teroris.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, upaya aksi bom bunuh diri di Solo dan Yogyakarta itu sudah matang direncanakan.

Bahkan, penggantinya pun sudah disiapkan.

"Pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror pada tanggal 20 Oktober nanti di Solo dan DIY (Yogyakarta)," kata Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Terduga Teroris di Bali dan Pelaku Penusukan Wiranto Berada dalam Satu Grup Menanti Al Mahdi

Dua Teroris Bali dan Penusuk Wiranto Tergabung di Grup Menanti Al Mahdi

Dedi juga menyampaikan, kelompok yang merencanakan aksi teror itu adalah dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Namun, aksi itu bisa digagalkan oleh Densus 88 Antiteror.

"JAD yang sudah ditangkap di Yogyakarta dari hasil riksa oleh Tim Densus 88," ujar Dedi.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Polri menangkap 22 terduga teroris, pascapenusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Semua yang ditangkap polisi diduga terkait kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Ini Beberapa Pejabat Negara yang Disebut-sebut Diincar Teroris

Puluhan orang itu juga diduga telah berbaiat kepada pemimpin organisasi teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Dua orang dari total 22 terduga teroris merupakan pelaku penusukan Wiranto di Banten, yaitu SA alias AR dan FA.

Penangkapan dilakukan sejak kejadian penusukan Wiranto, pada 10 Oktober 2019, hingga hari ini, di sejumlah daerah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Ungkap Rencana Bom Bunuh Diri Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf", .

Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved