Bisnis

Mandiri Syariah Dukung Perajin Batik di Bayat Klaten

Mandiri Syariah bersama dengan Laznas BSM Umat melakukan dukungan pemberdayaan masyarakat di Desa Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Mandiri Syariah Dukung Perajin Batik di Bayat Klaten
Tribun Jogja/Hasan Sakri
Corporate Secretary Bank Syariah Mandiri Ahmad Reza di dampingi Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat Rizky Okto Priansyah dan Manager Funding & Transaction Area Jogja  Iwan Wahyu Jasmoko berbincang dengan pengrajin batik binaan di Desa Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (9/10). Mandiri Syariah bersama Laznas BSM Umat melakukan  pemberdayaan masyarakat di Desa Bayat Klaten Jogjakarta dengan menggandeng Mahasiswa Sosiopreuner UGM untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat yang mempunyai keterampilan (skill) membatik dan dalam pemasaran batik melalui digital serta pembayaran bisa gunakan QR Mandiri Syariah mobile banking. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersama dengan Laznas BSM Umat melakukan dukungan pemberdayaan masyarakat di Desa Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Desa Bayat memiliki beberapa potensi budaya dan ekonomi di dalamnya dominan adalah skill membatik dari masyarakatnya.

Desa Bayat sendiri telah ditetapkan pemerintah sebagai desa batik.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Ahmad Reza selaku Corporate Secretary mengatakan Mandiri Syariah terus memberikan dukungan kepada masyarakat.

Contohnya masyarakat di Desa Bayat di mana hasil produksi para perajin batik dikelola dengan sistem distribusi penjualan dan quality kontrol yang baik sehingga produksi dan permintaan terus meningkat melalui mahasiswa penerima program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).

“Program ISDP diberikan kepada mahasiswa yang telah menjalankan bisnis atau memiliki potensi sebagai pengusaha dan mempunyai jiwa memberdayakan masyarakat di mana dana berasal dari Zakat Perusahaan yang disalurkan melalui Laznas BSM Umat," bebernya.

Mandiri Syariah Bantu Maksimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat Magelang

Ia mengatakan, program ISDP dimulai sejak 2017 dan hingga saat ini mahasiswa penerima program ISDP berasal dari IPB, Unhas, UGM, UIN Syarif Hidayatullah dan SEBI.

Seorang penerima ISDP, yakni mahasiswa UGM Iffandy, mengatakan bahwa ia dengan perajin batik bersama-sama memajukan potensi membatik di Desa Bayat.

"Kami selektif dan tidak sembarangan dalam menghasilkan produknya. Kami fokus pada batik tulis dan paling minimal batik kombinasi untuk menjaga kualitas, orisinilitas dan budaya membatik," jelas owner Niki Batik tersebut.

Ia menambahkan, Niki Batik juga turut menjaga kelestarian budaya membatik dengan terus menggunakan alat membatik tradisional berupa kompor batik yang menggunakan kayu bakar, canting dan malam. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved