Breaking News:

Kronologi Perkelahian Pelajar di Bantul Hingga Seorang Siswa Meninggal Dunia, Dipukul di Bagian Dada

Kronologi Perkelahian Pelajar di Bantul Hingga Seorang Siswa Meninggal Dunia, Dipukul di Bagian Dada

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Kronologi Perkelahian Pelajar di Bantul Hingga Seorang Siswa Meninggal Dunia, Dipukul di Bagian Dada

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Nasib tragis menimpa seorang pelajar di Kabupaten Bantul berinisial R.

Pelajar berusia 12 tahun tersebut tewas setelah terlibat perkelahian dengan rekannya sendiri bernama MR.

R tewas setelah mendapatkan pukulan di bagian dada.

Korban yang terkena pukulan cukup keras langsung mengerang kesakitan hingga akhirnya meninggal dunia saat dibawa ke puskesmas.

Perkelahian siswa ini menurut Kapolsek Sewon, Kompol Paimun dipicu hal sepele.

BREAKING NEWS : Seorang Pelajar di Bantul Meninggal Dunia Seusai Duel dengan Teman Sekolahnya

R dan MR sebelumnya terlibat saling ejek hingga akhirnya berujung dengan perkelahian.

Perkelahian kedua teman sekolah ini terjadi pada Senin (14/10/2019) kemarin.

Awalnya, MR tengah bermain di halaman sekolah bersama rekannya.

Beberapa saat kemudian korban datang dan mengejek MR.

Tak hanya mengejek, korban juga mendorong MR sambil bercanda.

"Awalnya gojekan (bercanda, red). Saling omong 'ayo gelut (ayo berantem)'. Dan akhirnya memang betul, diawali saling gojek itu, kemudian (korban R) dipukul dan kena di bagian dada," terang Kompol Paimun, Selasa (15/10/2019).

R yang terkena pukulan telak di bagian dada langsung mengerang kesakitan hingga akhirnya dibawa oleh wali kelas ke salah satu ruangan di sekolah.

Kronologi Tewasnya Pelajar di Bantul : Berkelahi, Mengerang Kesakitan Setelah Kena Pukul di Dada

Karena kondisinya masih terus mengerang kesakitan, R kemudian dibawa ke Pusksesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Diantar ke Puskemas, dalam perjalanan dia (korban R) sudah tidak menghembuskan napas. Ternyata saat diperiksa di Puskesmas memang kondisi nadinya sudah tidak bergerak, meninggal dunia," terang Kompol Paimun.

Jenazah korban, atas seizin keluarga, kemudian sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk identifikasi lebih lanjut.

Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Paimun mengatakan, proses penanganan perkara ini akan ditempuh sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kita akan tempuh sesuai prosedur penanganan pada anak," kata dia. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved