Forpi Sebut Satpol PP Kota Yogya Belum Berani Tindak Tegas Perokok Bandel

Forpi Kota Yogyakarta mendapati masih ada perokok yang nekat merokok di luar ruangan kawasan Balai Kota meskipun sudah disediakan ruangan khusus.

Forpi Sebut Satpol PP Kota Yogya Belum Berani Tindak Tegas Perokok Bandel
Tribun Jogja/Yosef Leon Pinsker
Kasat Pol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta belum berani menindak tegas para perokok bandel yang masih saja merokok secara sembarang di kawasan yang seharusnya bebas dari asap rokok.

Padahal, berdasarkan peraturan daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejumlah tempat seperti rumah sakit, puskesmas, poliklinik, sekolah, tempat bermain, ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat lain yang ditetapkan mesti nihil dari kegiatan yang bersangkutan dengan rokok.

Pada Senin (14/10/2019) lalu, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta juga mendapati masih ada perokok yang nekat merokok di luar ruangan kawasan Balai Kota meskipun sudah disediakan ruangan khusus untuk merokok.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Kondisi tersebut menjadi sorotan dari Forpi, apalagi baru-baru ini Pemkot Yogyakarta berencana untuk menambah kawasan khusus merokok di sekitar Jalan Malioboro.

Ruangan khusus merokok yang ada di komplek balai Kota saja masih minim petunjuk, sehingga disinyalir menjadi penyebab para tamu tidak merokok di kawasan tersebut.

"Jangan sampai ruang untuk merokok yang berada di Balai Kota Yogyakarta maupun yang ada di tempat lain hanya formalitas, karena masih ada ditemukan yang merokok di luar ruangan. Minimal ada tindakan berupa teguran bagi yang melanggar selain sosialisasi," ucap Koordinator Forpi Yogyakarta, Baharudin Kamba.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengakui bahwa pihaknya belum berani menerapkan sanksi sesuai anjuran Perda bagi perokok yang kedapatan melanggar.

MTCC Bantu Pemkot Yogya Optimalisasi Perda KTR

Pada Perda tersebut ditulis bahwa setiap badan atau perorangan yang melanggar akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp7,5 juta.

"Kami masih sifatnya persuasif saja, khususnya yang di komplek Balai Kota ya. Karena tamunya setiap hari kan berganti-ganti," kata Agus, Selasa (15/10/2019).

Agus yang juga Koordinator Satgas KTR Pemkot Yogyakarta mengklaim bahwa, pada November mendatang pihaknya akan intensif memberlakukan patroli di kawasan komplek Balai Kota dengan melibatkan anggota Sat Pol PP wanita.

Mereka akan betugas menegur para perokok yang belum tahu ataupun yang membandel.

Satpol PP Yogyakarta Dorong Malioboro Menjadi Kawasan Tanpa Rokok

"Memang belum bisa kita terapkan langsung di seluruh wilayah, tapi kita ada skala prioritasnya yakni di Malioboro dan kawasan Balai Kota," imbuhnya,.

Pada kawasan Malioboro, pihaknya dengan Dinkes setempat juga akan menyediakan tiga titik lokasi merokok.

Kawasan tersebut nantinya bukan bangunan karena ditakutkan akan mengganggu lalu lintas pengunjung dan juga merusak fasad Malioboro.

Nantinya akan disediakan semacam asbak besar yang sebagai penanda bahwa lokasi tersebut diperuntukkan bagi para perokok. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved