Kota Yogya

BNN Kota Yogya : Penyalahgunaan NAPZA di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

Jenis NAPZA yang biasa digunakan oleh kalangan pelajar yakni seperti ganja, sabu, maupun pil.

BNN Kota Yogya : Penyalahgunaan NAPZA di Kalangan Pelajar Masih Tinggi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta mencatat, sepanjang 2018 lalu pihaknya mendapati sebanyak 124 kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang menjerat korban pada rentang umur 14-58 tahun.

Angka itu diklaim menurun dari tahun ke tahun, namun potensi penyalahgunaan NAPZA dengan menyasar kaum pelajar dinilai masih tinggi akibat maraknya kehadiran dan bentuk NAPZA baru baik yang telah terdeteksi maupun yang belum.

Kepala BNN Kota Yogyakarta, Khamdani mengatakan, jenis NAPZA yang biasa digunakan oleh kalangan pelajar yakni seperti ganja, sabu, maupun pil.

Pelaku biasa juga menyamarkan bentuk maupun jenis NAPZA agar pelajar terkecoh.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

"Para pelaku narkoba ini kan akan memperbaharui pasarnya. Yang tua dan sudah mati itu kan harus ada pengganti, makanya sudah menyasar pelajar," imbuhnya, Selasa (15/10/2019).

Khamdani menjelaskan, setidaknya ada sekitar 76 NAPZA baru yang diwaspadai pihaknya dengan berbagai jenis dan golongan.

Maka itu, para pelajar disarankan lebih waspada dan berhati-hati terhadap barang haram tersebut.

Kasie Pembinaan Kesbang Yogyakarta, Laksmi Prahani menyatakan, bahaya NAPZA juga menyasar pelajar SD maupun SMP.

Sebagai tindakan preventif pihaknya membentuk satgas pelajar anti NAPZA di sejumlah sekolah.

15 Kasus Narkoba Sudah Ditangani BNNP DIY di Tahun 2019, 3 Diantaranya Penyelundupan Lewat Bandara

Sebanyak 20 satgas telah terbentuk di tiap SMP untuk meminimalisir penyalahgunaan NAPZA di lingkungan pelajar.

Satgas tersebut akan berperan dalam memberikan pengertian, peringatan dan penyuluhan terhadap bahaya NAPZA.

"Kalau dengan guru kan biasa cenderung agak canggung, makanya kita harapkan upaya ini bisa efektif," jelas dia.

Khamdani menambahkan, tim satgas pelajar tersebut nantinya diharapkan bisa bersinergi dengan sekolah masing-masing untuk menyusun sejumlah program guna menekan angka penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekolah.

"Misalnya bisa dimasukkan konten NAPZA pada tiap kegiatan sekolah masing-masing, jadi bisa berperan dalam relawan ikut juga para guru selain para pelajar," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved