Gunungkidul

26 Persen Penduduk Gunungkidul Belum Miliki Jamban Sehat

Tadinya wilayah belum memiliki jamban sehat terbanyak adalah Saptosari, namun saat ini sudah tidak.

26 Persen Penduduk Gunungkidul Belum Miliki Jamban Sehat
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak  26 persen penduduk Kabupaten Gunungkidul belum memiliki jamban sehat.

Angka tersebut didapat dari pendataan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas di Kabupaten Gunungkidul.

Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, saat ditemui Tribunjogja.com, Selasa (15/10/2019).

"Angka tersebut didapat dari petugas sanitarian puskesmas. Jamban sehat yang dimaksud adalah jamban yang menggunakan leher angsa. nanti akan kita update dengan data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan mendata secara rumah ke rumah langsung," katanya.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Lanjut Priyanta, nantinya saat data PIS-PK digabungkan akan didapat data lebih valid berapa jumlah keluarga di Gunungkidul yang belum memiliki jamban sehat.

"Kecamatan sudah memulai dengan memanfaatkan Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) untuk stimulan jamban sehat. Seperti di Saptosari yang mengalokasikan kurang lebih 90 persen untuk stimulan jamban sehat," ucapnya.

Ditambah lagi sambung Priyanta, di Kabupaten Gunungkidul sudah ada peraturan yang mengharuskan APBDes mengalokasikan untuk stimulan jamban sehat atau rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Minimal 10 bisa 5 untuk jamban sehat, 5 untuk RTLH kalau bisa lebih banyak maka akan lebih baik. Harapan kami yang belum memiliki jamban sehat bisa semakin berkurang," katanya.

Dinkes Sleman Berikan Bantuan Jamban Sehat untuk 150 KK

Ia mengatakan, tadinya wilayah belum memiliki jamban sehat terbanyak adalah Saptosari, namun saat ini sudah tidak.

Sementara itu Camat Saptosari, Jarot Hadi Atmojo mengatakan, pihaknya setiap tahunnya mendapatkan anggaran stimulan pembuatan jamban sehat.

"Kami menggunakan dana stimulan yang diberikan oleh pemerintah, untuk pembangunan jamban sehat di masyarakat Kecamatan Saptosari," katanya.

Ia menjelaskan setiap tahunnya Kecamatan Saptosari mendapatkan dana sebesar Rp 100 juta tiap tahunnya.

"Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jamban sehat, dengan besaran pembangunan perjambannya Rp 2,5 juta," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved