Pendidikan

UGM Borong 6 Medali dari Ajang Internasional WINTEX 2019

Mahasiswa UGM berhasil meraih enam medali dari ajang 2nd World Innovation Technology Expo (WINTEX) 2019.

UGM Borong 6 Medali dari Ajang Internasional WINTEX 2019
istimewa
Tim Mahasiswa UGM saat meraih medali emas dalam Ajang Internasional WINTEX 2019 

Selain inovasi IoTanam, inovasi lain yang berhasil mendapat medali emas dalam ajang bergengsi ini adalah Meet Pharmy yang dikembangkan Muhammad Sulhan Hasi, GP Wahyunanda Crista Yuda, Muhammad Fikri Abdillah, Dewa Nyoman Dharma Triyasa, serta Erlita Puspa Kiananti. 

Meet Pharmy merupakan sebuah aplikasi game yang ditujukan sebagai wahana mengenalkan profesi apoteker pada anak-anak.

UGM dan Balai Arkeologi DIY Identifikasi Tanaman dan Hewan Purba

Lewat game ini anak-anak juga diajak mengenal seluk beluk farmasi dengan mudah dan tidak lagi takut minum obat.

Medali emas selanjutnya diperoleh berkat inovasi berjudul Utilization Wate of Sugar palm (Arenga pinnata) as An Acoustic Panel to Prevent Enviromental Damage yang diajukan oleh Ardhi Kamal Haq, Said Ahmad, Pamela Chanifah Zahro.

Mereka memanfaatkan limbah onggok hasil pengolahan tepung dari pohon aren yang banyak mencemari lingkungan menjadi panel akustik.

Lalu emas terakhir diraih atas inovasi berupa Plastcom-Crete: A Novel Solution to Transform Plastic Waste Into Composite Concrete yang diajukan oleh Putra Makmur B, Stephanus Satria Wira Waskitha Vidiskiu Fortino Kurniawan, Nicolaus Elka Yudhatama, dan Reza Yustika Bayuardi.

Fakultas Psikologi UGM Luncurkan Buku Kampus Sejahtera dan Buku Pencegahan Bunuh Diri

Inovasi yang diusung menawarkan solusi baru dalam pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yakni dengan mengolahnya menjadi beton komposit.

Untuk medali perak sendiri diraih atas pengajuan inovasi ArgoAgro yang dikembangkan Raden Roro Intan Dwi Nuraini, Trika Yuliana, dan Mukhamad Burhanudin.

ArgoAgro merupakan sebuah aplikasi webgis yang digunakan sebagai media rantai pasokan komoditas pertanian yang efisien dan telah diterapkan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Medali perak lainnya diperoleh berkat inovasi NoHama yang dibuat oleh Afif Fachrudin, Agiel Hadid Ridlo, Muhammad Rifqi Amrullah, Rania Putri Chaela, serta Salman Rahwidean Janotama.

Inovasi yang diajukan berupa alat pembasmi hama tikus yang dikembangkan dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai solusi untuk mengatasi gagal panen akibat serangan tikus. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved