Jawa

Tradisi Yaa Qawiyyu Klaten Sempat Jadi Trending di Twitter

Yaa qawiyyu merupakan tradisi yang diadakan setiap tahunnya di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

Tradisi Yaa Qawiyyu Klaten Sempat Jadi Trending di Twitter
Dokumentasi Pemkab Klaten
Tradisi sebar kue apem pada perayaan Saparan Yaa Qawiyyu di Kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. 

Sebelum disebarkan, apem yang merupakan sumbangan dari warga Jatianom ini akan dikirab menuju ke Masjid Agung Jatianom yang berlokasi di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Masyarakat mempercayai bahwa Apem tersebut membawa kesejahteraan bagi mereka yang berhasil mendapatkannya.

Tradisi Yaa qowiyyu ini bermula dari sekembalinya Ki Ageng Gribig, yang dipercaya merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya, dari menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. 

Klaten Smartcity Akan Giatkan Ekonomi UMKM

Nama “Yaa qowiyyu” berasal dari bacaan doa dalam bahasa Arab yang dipanjatkan sebelum kue Apem dibagikan, doanya sebagai berikut: “yaa qowiyyu, yaa aziz, qowwina wal muslimiin, yaa qowiyyu warzuqna wal muslimiin, yang merupakan doa memohon kekuatan.”

Ribuan orang yang berasal dari dalam maupun luar Klaten berdatangan ke lokasi perayaan tradisi tersebut.

Mereka berbondong-bondong menuju Lapangan Sendang Plampeyan di Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten untuk menyambut puncak acara perayaan upacara tradisional Yaa qowiyyu yang ditandai dengan menyebar kue Apem.

Puncak acara, gunungan kue Apem ada dua jenis yaitu gunungan lanang (lelaki) dikenal dengan nama Ki Kiyat dan gunungan wadon (wanita) dikenal dengan nama Nyi Kiyat yang disemayamkan semalam di dekat Masjid, kemudian keesokan harinya diarak menuruni tangga menuju panggung di tepi sungai tepatnya di sebelah selatan Masjid Gedhe Jatinom dan makam Ki Ageng Gribig. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved