Pendidikan

Putra Asli Papua Raih Doktor dengan Predikat Cumlaude

Pria yang menjadi dosen di Kehutanan Universitas Papua dan menjadi staf ahli Bupati Tambrauw ini berhasil menyelesaikan pendidikan doktor IPK 3 tahun

Putra Asli Papua Raih Doktor dengan Predikat Cumlaude
istimewa
Salah satu putra terbaik tanah Papua, Sepus Marten Fatem, S.Hut., M.Si., berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam bidang Ilmu Kehutanan di Kampus UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Salah satu putra terbaik tanah Papua, Sepus Marten Fatem SHut MSi berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam bidang Ilmu Kehutanan di Kampus UGM.

Pria yang menjadi dosen di Kehutanan Universitas Papua dan menjadi staf ahli Bupati Tambrauw ini berhasil menyelesaikan pendidikan doktor IPK 3 tahun 8 bulan. 

“Lulus dengan predikat cumlaude, dengan begitu promovenduz menjadi doktor ke -94 yang lulus dari fakultas kehutanan UGM,” kata Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi, S.Hut., M Agr. Sc selaku ketua tim penguji saat membacakan hasil ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Kehutanan, Senin (14/10/2019).

Ikasi DIY Target Loloskan Tiga Atlet ke PON 2020 Papua

Ketua tim promotor Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc., promotor Prof Dr San Afri Awang mengatakan Sepus Marten Fatem mendapat gelar akademik tertinggi dari fakultas kehutanan UGM.

Oleh karena itu, ia mengharapkan ilmu pengetahuan yang didapat bisa dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan pembangunan di tanah Papua.

“Pembangunan Papua harus dimulai dari segala sisi, ada satu hal yang perlu diingatkan, bangunlah papua dengan hati nurani untuk melindungi kepentingan orang asli Papua,” kata dalam keterangan tertulisnya.

Dalam disertasinya yang berjudul Konstruksi Kabupaten Konservasi Tambrauw: Kontestasi Aktor, Peran Power, Biofisik dan Adapatasi, Sepus Marten Fatem mengatakan Tambrauw merupakan kabupaten pemerkaran di Kabupaten Papua Barat sejak tahun 2008 dan 2013 dengan luas 11.373,96 kilometer persegi.

Sekitar 80 persen adminsitrasi pemerintahan wilayah ini mencakup hutan konservasi dan hutan lindung.

Dengan statusnya sebagai wilayah yang hampir semuanya hutan lindung dan hutan konservasi, beberapa pola konservasi tradisional alam oleh masyarakat aslil Papua masih tetap dipertahankan.

UGM Borong 6 Medali dari Ajang Internasional WINTEX 2019

“Ada lima komunitas besar atau lima suku besar yang masih menjadikan kawasan hutan untuk adat, beberapa lokasi dijadikan daerah leluhur sehingga wajib dijaga,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved