Kota Magelang

Pemkot Magelang Hidupkan Kembali Program 'Ayo Ke Magelang'

Insya Allah Magelang Moncer Serius 2020 akan dimulai saat malam tahun baru di Alun-alun Kota Magelang

Pemkot Magelang Hidupkan Kembali Program 'Ayo Ke Magelang'
Dok Humas Pemkot Magelang
Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina 

TRIBUNJOGJA.COM - Program "Ayo ke Magelang" pada tahun 2015 akan kembali diulang pada tahun 2020 mendatang.

Program Pemkot Magelang "Ayo ke Magelang II, dengan tagline Magelang Moncer Serius" (modern, cerdas, sejahtera, dan religius) ini akan diramaikan puluhan event tiap pekannya sepanjang tahun 2020.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina saat menghadiri Pertunjukan Rakyat Songsong Moncer Serius 2020 yang digagas Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kota Magelang di kompleks Museum BPK, eks Gedung Bakorwil II Kedu Surakarta, Minggu (13/10).

"Insya Allah Magelang Moncer Serius 2020 akan dimulai saat malam tahun baru di Alun-alun Kota Magelang, yang rencananya akan didatangi Wakil Walikota Palu, Bapak Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau lebih dikenal Pasha Ungu," kata Windarti.

Ia menjelaskan, secara garis besar event yang akan dijalankan nanti kental terhadap kebudayaan dan kesenian tradisional. Dari rencana tersebut diyakini mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah, bahkan mancanegara, mengingat acara yang diselenggarakan pun berskala regional dan nasional.

"Sebisa mungkin kita suguhkan kesenian yang layak tampil, menjadi daya tarik karena kekhasannya Kota Magelang. Kami harap, sanggar-sangar tari, budayawan, seniman, bisa turut serta dalam event Moncer Serius," jelasnya.

Menurut Windarti, tak serta merta menggelar event-event tiap pekan, adanya Ayo ke Magelang jilid 2 ini diharapkan mampu mengajarkan generasi muda tentang pentingnya budaya lokal. Ia mengaku prihatin dengan kebiasaan anak-anak dini yang lebih aktif bermain gawai dibandingkan dengan bermain tradisional.

"Lewat program ini secara tidak langsung pemerintah mengajarkan kepada anak-anak supaya ayo ikut sanggar tari ini, ikut budaya ini, ikut kontes-kontes bernuansa pelestarian budaya, permainan tradisional, dan sebagainya. Saya dulu juga pemain Topeng Ireng. Bangga juga bisa menari tarian daerah seperti ini," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Sugeng mengapresiasi FK Metra yang punya terobosan mengajak tunas-tunas muda tingkat TK, SD, dan umum untuk ikut serta dalam pertunjukan rakyat. Terutama, lomba tari tradisional yang diadakan untuk memotivasi anak dalam meraih prestasi.

"Seolah ini menjadi motivasi tinggi kepada generasi muda kita agar terus mencintai budaya dan kesenian lokal. Tentunya menjadi kebanggan kita semua, jika anak-anak bisa lebih mencintai budaya daerah, ketimbang membiasakan diri menggunakan gawai sehingga kurang bersosial," imbuhnya. (hms

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved