Kota Yogya

Dinas Damkar Kota Yogya Bentuk Saltakar Tiap Kecamatan

Satlakar sebelumnya telah dibekali dan dilatih untuk membantu proses pemadaman api.

Dinas Damkar Kota Yogya Bentuk Saltakar Tiap Kecamatan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta membentuk Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar).

Kepala Seksi Penyuluhan dan Edukasi Dinas Pemadam Kebakaran, Isharyono mengatakan saat ini pihak membentuk Satlakar di seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta.

Satlakar tersebut kata dia sebelumnya telah dibekali dan dilatih untuk membantu proses pemadaman api.

Pelatihan yang diberikan berupa teknik memadamkan api awal dengan alat pemadam api ringan (apar).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Jika tidak ada apa, maka Satlakar telah dibekali cara memadamkan api dengan selimut yang telah dibasahi.

"Kami sudah masuk per kecamatan, kita adakan kegiatan 20 kali untuk pembinaan satlakar ini. Kalau api besar tentu bukan tugas dari satlakar, tetapi jika ada api kecil, satlakar sudah bisa menangani," katanya saat ditemui Triibunjogja.com di kantornya, Senin (14/10/2019).

"Kami sudah bekali cara-cara sederhana memadamkan api, misalnya dengan apar atau dengan selimut yang dibasahi. Tugas lain dari satlakar juga terkait dengan informasi kebakaran, bisa juga mengatur lalu lintas, agar mobil pemadam bisa masuk, yang jelas satlakar ini membantu tugas kami," sambungnya.

Tidak hanya membentuk satlakar di kecamatan, pihaknya juga mengedukasi ibu-ibu melalui pertemuan RW.

Menurut dia, masyarakat masih belum paham terkait kebakaran, termasuk cara mencegah, dan mengatasi kebakaran kecil.

50 Kasus Kebakaran Telah Terjadi di Kota Yogyakarta

"Kami terus lakukan penyuluhan, simulasi untuk mengedukasi masyarakat. Masyarakat masih kurang paham. Mungkin karena belum mengalami, jadi belum merasa perlu. Tetapi nyatanya juga bermanfaat, karena pernah dimanfaatkan oleh warga juga untuk memadamkan api kecil," ujarnya.

Pihaknya pun kini merencanakan pemasangan hydran di kampung-kampung padat penduduk.

Tahun ini, ada sembilan kampung yang akan dipasangi hidran, sementara sebelumnya sudah ada 6enamkampung yang memiliki hydran.

Hydran, tambah dia penting untuk membantu proses pemadaman api.

Apalagi titik kebakaran berada di lokasi yang padat penduduk, sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved