Tahun 2050, Jumlah Penderita Miopia Diproyeksikan Capai Dua Kali Lipat

Dokter Spesialis Mata RSUP Sardjito, menjelaskan secara umum seluruh dunia miopia prevalensi mencapai 27%.

Tahun 2050, Jumlah Penderita Miopia Diproyeksikan Capai Dua Kali Lipat
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada 2050 mendatang, prevelensi penderita miopia diproyeksikan mencapai 2 kali lipat, dimana pada saat ini prevalensi miopia di seluruh dunia sudah mencapai 27%.

Firman Setya Wardhana, Dokter Spesialis Mata RSUP Sardjito, menjelaskan secara umum seluruh dunia miopia prevalensi mencapai 27%.

Akan tetapi ada negara tertentu yang prevalensi lebih banyak terutama di negara Asia, seperti Singapore, Taiwan, maupun Asia yang mencapai 90%.

"Diproyeksikan dalam tahun 2050 akan meningkat 2 kali lipat, ini yang menjadi perhatian bagi kita, terutama kita juga negara Asia, dan juga ada perubahan lingkungan," ungkapnya.

Menurutnya, kecenderungan melihat dekat dan faktor lingkungan yang mendukung, bisa mempercepat miopia.

Berbeda dengan anak yang memang awalnya memiliki bakat (faktor turunan miopia), namun dia sering aktivitas di luar ruangan, progres dia memiliki miopia lebih sedikit

Firman menerangkan, secara umum genetik atau turunan itu tetap nomor satu penyebab miopia, tetapi dengan ada tambahan faktor lingkungan bisa mempengaruhi progresivitas miopia.

"Ada penelitian, bagiamana miopia di daerah desa dan kota, ternyata lebih banyak di kota, terkait juga lingkungan. Banyak melihat dekat lebih progresif resiko peningkatan produktivitas miopia, dibandingkan dengan anak yang bermain di luar ruangan," katanya.

Menurutnya, saat ini banyak sekali hiburan anak-anak yang menyebabkan anak cenderung melihat dekat.

"Misalnya dia ada bakat miopia dia ada lingkungan yang mendukung percepatan miopia, melihat dekat yang berlebihan, sehingga akan meningkatkan kecepatan miopia lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang punya bakat dan dia banyak kegiatan di luar ruangan. Mungkin progresivitas miopia tidak terlalu tinggi," terangnya.

Oleh karenanya, dia mengimbau bagi orangtua jangan membiarkan anak bermain gadget terlalu sering, karena melihat dekat akan membiasakan anak untuk melihat dekat. Hal tersebut akan mempercepat miopia.

"Boleh tapi perlu dibatasi jangan sampai ketagihan main gadget dia banyak melihat dekat. Secara umum ada rumus 20:20:20 artinya 20 menit liat dekat, selingi 20 menit lihat jauh dengan jarak 20 kaki," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved