Liga 2 2019

PSIM Yogyakarta vs Persatu Tuban, Laskar Mataram Mengais Asa ke Babak 8 Besar

Laga hidup mati bakal dilakoni PSIM Yogyakarta saat menjamu Persatu Tuban pada partai tunda Liga 2 2019, Minggu (13/10/2019).

PSIM Yogyakarta vs Persatu Tuban, Laskar Mataram Mengais Asa ke Babak 8 Besar
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Duet pelatih dan asisten anyar PSIM Yogyakarta, Liestiadi dan Erwan Hendarwanto. 

TRIBUNJOGJA.COM - Laga hidup mati bakal dilakoni PSIM Yogyakarta saat menjamu Persatu Tuban pada partai tunda Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (13/10/2019).

Andai menang, tim berjuluk Laskar Mataram ini setidaknya menghidupkan kembali peluang untuk lolos ke babak 8 besar.

Memang, butuh sedikit keajaiban untuk bisa meloloskan PSIM Yogyakarta ke babak 8 besar.

Sebab, dengan dua sisa pertandingan Raymond Tauntu dan kolega sudah tertinggal 4 poin dari Martapura FC yang ada di posisi keempat klasemen dan masih memiliki satu laga tertunda.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Tribunjogja.com mencatat, PSIM Yogyakarta juga tertinggal 4 poin dari Persewar Waropen yang ada di posisi ketiga tapi masih memiliki dua laga tersisa.

Dengan asumsi PSIM Yogyakarta bisa memenangi seluruh laga sisa, maka nilai yang akan dikumpulkannya adalah 30.

Dengan asumsi sama, nilai maksimal Martapura FC adalah 31, sedangkan nilai Persewar menjadi 34.

Artinya, PSIM Yogyakarta membutuhkan keajaiban, yakni mereka bisa terus menang dan dua pesaingnya terus kalah dalam laga sisanya.

Namun jika kembali gagal, mimpi pandemen PSIM Yogyakarta menyaksikan tim kebanggannya berlaga di kasta tertinggi musim depan dipastikan buyar, bahkan ancaman degradasi telah menanti.

PSIM Yogyakarta kini hanya unggul 4 poin dari Persatu Tuban, yang ada di zona degradasi dan masih memiliki 3 laga tersisa.

Salah satu laga sisa Persatu adalah menghadapi PSIM, yang akan menjadi semacam final untuk menghindari degradasi.

Jamu Persatu Tuban, PSIM Jogja Tanpa Cristian Gonzales

"Untuk pertandingan besok saya hanya persiapkan tim selama dua hari, kemarin dan hari ini. Tapi saya lebih banyak diskusi sama staf pelatih terutama Mas Erwan Hendarwanto cara bermain PSIM Yogyakarta itu bagaimana," ujar pelatih PSIM Yogyakarta, Liestiadi pada pre match press conference, Sabtu (12/10/2019).

"Karena hal-hal baik sebagaimana tahun kemarin yang bisa baik dalam prestasi harus kita ulangi. Bagaimana pemain berjuang dan bisa bertahan meski memulai kompetisi dari minus 9 poin," tambahnya.

Lebih lanjut, Liestiadi tak memungkiri ambisi timnya meraih 3 poin tak semudah membalikkan telapak tangan.

Sebab, Laskar Ronggolawe saat ini tengah dalam performa apik.

"Kita lihat statistik, dalam 2-3 pertandingan terakhir mereka bisa menang terutama saat lawan Mitra Kukar. Bisa cetak gol lawan tim sekelas Mitra Kukar artinya bukan tim yang bisa diangap remeh,"

"Kita juga wajib mewaspadai motivasi berlipat mereka, karena untuk stay di Liga 2 harus berjuang mati-matian di away, motivasi itu salah satunya di pertandingan lawan PSIM Yogyakarta," ujar Liestiadi.

Eks pelatih Blitar Bandung United ini mengatakan telah menyiapkan strategi menyiasati absennya beberapa pemain di antaranya Cristian Gonzales (akumulasi kartu), Junius Bate, Agung Pribadi, Arga, dan Hery Susilo.

Perdana Pimpin Latihan PSIM Yogyakarta, Duet Liestiadi dan Erwan Hendarwanto Asah Taktik Permainan

"Selain itu, Syaiful Indra dan Nugroho juga masih diragukan tampil. Agak riskan, tapi saya sebagai pelatih harus optimis dengan materi yang ada saya yakin mereka akan berjuang keras. Apalagi Kita main bukan hanya11 pemain, tapi 12 dengan dukungan suporter kami," harapnya.

Terpisah, pelatih Persatu Tuban, Bambang Sumantri, mematok target dapat mencuri poin pada lawatan ini.

Eks winger PSIM Yogyakarta medio 2000-an ini mengatakan, siap menyajikan permainan cantik di hadapan publik Yogyakarta.

Disamping itu, pergantian pelatih di kubu tuan rumah diyakininya tak akan merubah banyak.

"Kami membawa 18 pemain untuk bisa mencuri poin di kandang PSIM Yogyakarta. Kami ingin menyuguhkan permainan cantik,sportif, dan tetap kita junjung fair play di pertandingan besok. Saya tahu sendiri Erwan yang pegang tim musim lalu, jadi mungkin tidak ada perbedaan. Hanya kita antisipasi motivasi mereka saat punya pelatih baru," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved