Bisnis

Pengembang Minta Bunga Acuan Perbankan Ikut Turun

DPD REI DIY mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang berencana untuk melonggarkan uang muka rumah pada 2 Desember mendatang.

Pengembang Minta Bunga Acuan Perbankan Ikut Turun
glynniscoxrealtor.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) DIY, mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) yang berencana untuk melonggarkan uang muka rumah dan mulai diterapkan pada 2 Desember mendatang.

Upaya ini di nilai sangat positif dalam menggairahkan kembali sektor properti yang kini berada dalam posisi stagnan, bahkan lesu.

Pada 19 September lalu BI menyatakan bahwa Kredit Properti (KP) dan Pembiayaan Properti (PP) rumah tapak dengan tipe di atas 70 akan dikenakan uang muka 15 persen hingga 30 persen dari nilainya.

Sebelumnya, uang muka untuk rumah tipe tersebut berkisar 20 persen hingga 35 persen dari nilainya.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Pun demikian dengan rumah tipe 21 hingga 70, nantinya uang muka yang dikenakan sebesar 10 persen hingga 25 persen dari nilainya dari yang sebelumnya berada di angka 15 persen hingga 30 persen dari nilainya.

"Tapi yang juga mesti diperhatikan kalau industri properti mau benar-benar pulih itu sebaiknya suku bunga kredit perbankan juga ikut turun mengikuti BI rate," kata Sekretaris DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, Senin (23/9/2019).

Dari catatan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) OJK, sampai Mei 2019 suku bunga KPR sejumlah perbankan besar rata-rata masih berada di angka 10 persen.

Padahal, BI telah menurunkan suku bunga sebesar 75 bps dan saat ini suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 5,25 persen.

Kondisi tersebut diakui Ilham menjadi salah satu faktor industri properti tersendat-sendat.

Suku bunga KPR yang cukup tingggi membuat investor enggan untuk berinvestasi.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved