Bantul

KPU Bantul Segera Tetapkan Aturan Soal Bakal Calon Independen untuk Pilkada 2020

Pendaftaran untuk jalur perseorangan ini akan dibuka pada 26 Oktober nanti.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul segera menatapkan aturan resmi terkait bakal calon yang hendak maju melalui jalur perseorangan, atau independen, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul, tahun 2020 mendatang.

Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan, ketetapan aturan untuk jalur perseorangan ini sedianya akan terselesaikan pada 26 Oktober nanti.

Sementara untuk pendaftaran bagi calon-calon non partai politik tersebut, lanjutnya, dibuka 16-18 Juni 2020.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

"Terkait calon perseorangan ini akan kita putuskan melalui SK (Surat Keputusan), terutama soal aturan batas minimal dukungannya," jelasnya, seusai Rapat Koordinasi Komperhensif Persiapan Pilkada 2020, di Kantor Pemkab Bantul, Jumat (11/10/2019).

Akan tetapi, Didik mengungkapkan, jika merujuk pada undang-undang, aturan batas minimal dukungan bagi calon independen ini, mencapai 7,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir, atau yang digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.

"Jadi, minimal dukungan untuk calon independen ini ya sekitar 53 ribu sekian lah, kalau kita merujuk pada UU, karena itu sesuai dengan DPT yang dipakai di Pemilu terakhir kemarin," ungkapnya.

Bakal calon yang berniat maju melalui jalur non partai pun harus segera bergerilya mengumpulkan dukungan, karena KPU tetap mewajibkan penyerahan bukti dalam bentuk fisik administratif.

Bukti-bukti tersebut, paling lambat dikumpulkan pada awal 2020 nanti.

Gelar Koordinasi dengan Pemkab Bantul, KPU Mulai Intensifkan Tahapan Pilkada 2020

"Yang jelas fotokopi KTP, harus elektronik, lalu tanda tangan yang bersangkutan. Kemudian, setelah semua terkumpul, kita akan verifikasi faktual, bukan sample. Jadi, ya sensus, faktual semua," tambahnya.

"Tapi, sampai sekarang belum ada bakal calon yang mengemukakan maju di jalur perseorangan, belum ada yang konsultasi secara resmi," tambah Didik.

Lebih lanjut, ia menerangkan, saat ini tahapan Pilkada 2020 memasuki fase sosialisasi.

Dirinya pun berharap, proses tersebut bisa berjalan lancar, sehingga tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan orang nomor satu dan dua di Bantul ini bisa meningkat.

"Dari pusat nanti akan ada instruksi, tetapi kalau kami sendiri, harapan partisipasi pemilih bisa lebih dari 80 persen, meningkat dari Pilkada 2015 silam, yang di angka 75,2 persen," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved