Sleman
Kaji Talud Ambrol, RSUD Sleman Usul Ganti Metode Pembangunan
Plt Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo menyatakan pihaknya sudah melakukan rapat evaluasi sebagai respon atas ambrolnya proyek pembangunan talud Rabu
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Plt Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo menyatakan pihaknya sudah melakukan rapat evaluasi sebagai respon atas ambrolnya proyek pembangunan talud Rabu (09/10/2019) lalu.
Menurut Joko, berdasarkan hasil rapat evaluasi dan tinjauan bersama Kepala DPUPKP Sleman Sapto Winarno, pihaknya mengusulkan penggantian metode pembangunan.
"Sebelumnya kan menggunakan metode manual, nah rencananya akan kami ganti dengan metode mesin," kata Joko melalui telepon pada Jumat (11/10/2019) siang.
• Proyek Talut RSUD Sleman Dihentikan Sementara Waktu Pascaambrol dan Menimpa Pekerja
Joko menjelaskan, bagian gerowong pada talud tersebut bisa dikerjakan dengan menggunakan mesin khusus penyemprot semen.
Namun metode ini masih bersifat usulan dan baru akan dibahas lebih rinci bersama DPUPKP Sleman.
Hasil rapat evaluasi pun sudah diserahkan ke Bidang SDA DPUPKP Sleman, agar dikaji secara mendalam.
"Mudah-mudahan Senin nanti hasil kajiannya sudah keluar," ujar Joko.
• Seorang Pekerja Tertimpa Material Talut yang Ambrol, Evakuasi Korban Berisiko Tinggi
Menurut Joko, talud yang ambrol merupakan bagian bangunan lama.
Proyek pembangunan yang saat ini dilakukan bermaksud untuk memperkuat talud tersebut.
Talud itu sendiri dibangun untuk memperkuat struktur bangunan RSUD Sleman yang bersebelahan langsung dengan kali.
"Proyek pembangunan tersebut menelan dana Rp 277 juta dengan proses selama 90 hari kalender kerja," kata Joko.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/evakuasi-pekerja-tertimbun-talut.jpg)