Bantul

Empat Koperasi di Bantul Masih 'Sakit'

Sebabnya, karena koperasi tersebut sulit berkembang, namun pengurusnya tetap ngotot untuk bertahan dan tidak ingin dibubarkan.

Empat Koperasi di Bantul Masih 'Sakit'
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Bidang Koperasi, DKUKMP Bantul, Besari Setyowati. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perondustrian (DKUKMP) mencatat Kabupaten Bantul memiliki 348 koperasi.

Mereka bergerak dibidang simpan pinjam, produksi, usaha riil maupun koperasi konsumsi.

Dari total 348 koperasi yang saat ini tercatat, masih ada empat di antaranya membutuhkan pendampingan ekstra.

Sebabnya, karena koperasi tersebut sulit berkembang, namun pengurusnya tetap ngotot untuk bertahan dan tidak ingin dibubarkan.

"Dari 348 koperasi, mungkin hanya 4 koperasi yang sulit berkembang. Jadi bahasanya bukan sakit ya, tapi dalam pengawasan. Artinya sakit karena situasi, bukan karena dibuat oleh pengurus yang nyeleweng," kata Kepala Bidang Koperasi, DKUKMP Bantul, Besari Setyowati, Kamis (10/10/2019).

Dinas Koperasi dan UKM DIY Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi

Menurut Besari, jumlah koperasi yang "sakit" itu sudah jauh berkurang dari empat bulan lalu.

Dimana koperasi yang masih dalam pengawasan ekstra menurut dia jumlahnya mencapai 15 koperasi.

Saat ini tinggal empat.

Empat koperasi itu, dikatakan dia, sebenarnya memang sudah tidak memenuhi syarat sebagai koperasi.

Karena jumlah anggotanya kurang dari 20 orang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved