Kota Yogyakarta

Ada Tim Khusus untuk Awasi Minyak Curah di Kota Yogyakarta

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta memastikan minyak goreng yang dijual di pasar tradisional aman.

Ada Tim Khusus untuk Awasi Minyak Curah di Kota Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta memastikan minyak goreng yang dijual di pasar tradisional aman.

Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono mengakui minyak curah masih dijual di beberapa pasar tradisional, namun jumlahnya tidak banyak.

Untuk memastikan keamanannya, pihaknya telah memiliki tim khusus untuk mengawasi peredaran minyak curah tersebut.

Menurut dia, ada beberapa minyak curah yang pembuatannya tidak jelas.

Apalagi tidak ada keterangan dari Departemen Kesehatan. Sehingga jangan sampai dikonsumsi oleh masyarakat.

Disperindag Sleman Sebut Masyarakat Lebih Banyak Gunakan Minyak Goreng Kemasan

"Makanya kami tunjuk tim khusus untuk mengawasi. Kami sudah pastikan bahwa minyak curah yang dijual di pasar itu tidak berbahaya. Kalau berbahaya jelas kami stop, tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat," katanya, Rabu (9/10/2019).

Ia menjelaskan tidak hanyak minyak saja, komoditas lain seperti garam juga tidak luput dari pengawasannya.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas komoditas yang masuk ke pasar tradisional.

"Masyarakat jangan khawatir belanja di pasar tradisional. Kalau ada bahan berbahaya yang masuk kan tentunya merugikan masyarakat, jangan sampai meresahkan masyarakat," jelasnya.

Terpisah, Kabag TU BBPOM Yogyakarta, Hatmoko menambahkan bahwa pihaknya secara rutin mengambil sampel produk minyak goreng yang beredar.

Gunakan Minyak Kemasan, Sejumlah Pedagang Tak Masalahkan Pelarangan Minyak Curah

Sejauh ini dari sampling yang dilakukan, BBPOM belum menemukan kasus yang berbahaya.

"Pengecekan minyak goreng termasuk salah satu yang rutin kami lakukan. Kami uji mutunya,terutama yang memiliki izin edar dari BBPOM,"tambahnya.

"Kalau minyak curah itu kasuistik ya, kadang konotasinya tidak terdaftar, secara mutu dan keamanan belum dievaluasi. Minyak curah itu sebenarnya juga diproduksi, hanya saja tidak dikemas. Dari pengawasan kami, belum ditemukan yang berbahaya,"tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved