Bisnis

Kebijakan Pembatasan Merek Dinilai Mencederai Hak Kekayaan Intelektual

Pembatasan merek dianggap memiliki sejumlah risiko jangka panjang yang sebenarnya akan menyebabkan banyak kerugian.

Kebijakan Pembatasan Merek Dinilai Mencederai Hak Kekayaan Intelektual
istimewa
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar diskusi dengan pelaku usaha, konsultan dan regulator dalam upaya membangun respon strategis atas kebijakan-kebijakan terkait pembatasan merek dan kemasan yang dinilai kian eksesif diberlakukan kepada berbagai industri di Indonesia. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Risiko terhadap kebijakan eksesif yang membatasi merek dan kemasan juga dapat mencederai hak kekayaan intelektual.

Hal ini disoroti oleh Asian-Pacific Chief Representative International Trademark Association (INTA), Seth Hays dimana menurutnya pembatasan merek memiliki sejumlah risiko jangka panjang yang sebenarnya akan menyebabkan banyak kerugian.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

"Dari banyak negara yang menolak implementasi kebijakan ini, kita dapat mengatakan bahwa kekhawatiran terbesar mereka terletak pada efek samping dari kebijakan tersebut, mulai dari potensi peningkatan perdagangan barang palsu, meningkatnya kebingungan konsumen, pelanggaran kewajiban internasional, dan kehancuran nilai merek dagang dan brand - yang dapat berdampak pada ekonomi yaitu menurunnya arus investasi asing, ancaman anti-inovasi, dan pelanggaran hak-hak konstitusional seperti kebebasan berekspresi bagi pengusaha, dan hilangnya kekuatan merek dagang," paparnya.

"Untuk meningkatkan kesadaran pemerintah dan pelaku bisnis terhadap risiko-risiko yang tidak terduga ini, INTA selalu berusaha untuk memberikan edukasi dan sosialisasi yang berfokus pada solusi untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara hak merek dagang yang telah mapan dan kepentingan kebijakan lainnya. Oleh karena itu, saya kira pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai kepentingan melalui penelitian independen dan memilih opsi yang paling moderat sebelum menerapkan kebijakan pembatasan merek dan pengemasan," sambungnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved