Makna Kalimat 'Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti' Menurut Psikolog

'Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti' viral di dunia maya bersamaan dengan populernya film Joker yang disutradarai Todd Phillips

Makna Kalimat 'Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti' Menurut Psikolog
www.youtube.com/Warner Bros. Pictures
Cuplikan foto dari film 'Joker.' 

Makna Kalimat 'Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti' Menurut Psikolog

'Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti'

Kalimat itu belakangan viral di dunia maya. Kemunculannya bersamaan dengan boomingnya film berjudul Joker garapan sutradara Todd Phillips yang tayang di layar kaca Indonesia beberapa hari ini. 

Sisi kelam masa lalu Joker, dibungkus dengan akting memukau Joaquin Phoenix, menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

Namun terlepas dari itu, salah satu yang menarik adalah munculnya kalimat 'Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti' dalam jagat maya.

Film Joker Tumbangkan Rekor Venom, Berhasil Meraup 3,26 Triliun

Tulisan ini banyak diunggah warganet setelah menonton film berdurasi 122 menit itu.

Tentu saja tak semua orang setuju dengan pernyataan tersebut. Banyak warganet yang justru beranggapan bahwa kalimat tersebut tidak relevan dan omong kosong.

Lantas, bagaimana psikolog memandang pernyataan 'orang jahat adalah orang baik yang tersakit'? Apakah kalimat tersebut benar, atau justru tameng untuk diri sendiri?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog sosial Solo Hening Widyastuti.

Tak Kalah Keren dari Film Joker, Berikut 5 Rekomendasi Film yang Diperankan Joaquin Phoenix

"Menurut saya pribadi, (pernyataan 'orang jahat adalah orang baik yang tersakiti') tidak benar," ujar Hening dihubungi Senin (7/10/2019).

Halaman
123
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved