Ikasi DIY Target Loloskan Tiga Atlet ke PON 2020 Papua
Pengda Ikasi DIY pasang target meloloskan setidaknya tiga atlet untuk tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DIY memberangkatkan sebanyak 23 atlet di ajang Pra Pon yang digelar di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Semarang, 10-22 Oktober 2019 mendatang.
Pada keikutsertaannya tersebut, Pengda Ikasi DIY pasang target meloloskan setidaknya tiga atlet untuk tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.
Ketua Kontingen DIY, Rohedy Goenoeng Purwohandoko, mengatakan dari 23 atlet yang diberangkatkan DIY terdiri dari kategori sable putra dan putri, floret putra-putri dan degen putra-putri.
"Sebenarnya terdapat kuota maksimal 24 atlet meliputi tiga kategori, baik sable, floret dan degen. Namun karena alasan kuliah, ada satu atlet yang tidak bisa kami berangkatkan. Jadi hanya 23 atlet yang kami berangkatkan," kata Rohedy Goenoeng seusai berpamitan dengan jajaran pengurus KONI DIY di Gedung KONI DIY, Yogyakarta, Senin (7/10/2019) kemarin.
Dari tiga atlet yang diharapkan lolos ke PON 2020, Rohedy menjelaskan ada beberapa unggulan yakni Wisnu Agung (degen putra), Bastian (floret putra), dan Hapsari Faizah Fitriana (sable putri).
Lebih lanjut, Rohedy tak memungkiri bila persaingan dengan daerah lain cukup merata.
"Persaingannya merata, tidak ada daerah yang mendominasi. Jadi masing-masing daerah punya andalan di tiap kategori. Misalnya Palembang punya atlet yang bagus di sable, kemudian Kalimantan Barat bagus di floret putri. Begitu pula Jawa Barat yang pada PON lalu jadi juara umum. Tapi kami juga perlu mewaspadai Jawa Tengah sebagai tuan rumah," jabarnya.
Selain penyelenggaraan Pra-PON, Rohedy, mengatakan dalam kesempatan itu juga diadakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar yang menjadi agenda tahunan PB Ikasi.
Kontingen DIY mengirimkan 24 atlet yang terbagi dalam beberapa kelompok umur yakni pra-kadet, kadet, junior hingga senior.
"Jadi untuk nama-nama atletnya berbeda dengan yang kami daftarkan Pra-PON," jelasnya.
Terpisah, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, berharap para atlet DIY yang bertanding pada Pra-PON maupun Kejurnas Anggar, bisa meraih hasil maksimal.
"Melalui serangkaian persiapan yang sudah dilakukan, diharapkan bisa mendapatkan hasil sesuai. Apa yang sudah dipersiapkan, menjadi modal bagi para atlet untuk berjuang," harapnya. (*)