Kota Yogyakarta

Disdik Kota Yogyakarta Genjot Pendidikan Karakter Melalui Muatan Lokal

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih melakukan penguatan pendidikan karakter melalui program Gandhes Luwes yang termuat dalam Perwal Nomor 60 tahun

Disdik Kota Yogyakarta Genjot Pendidikan Karakter Melalui Muatan Lokal
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori saat memberikan penghargaan terhadap siswa berprestasi bidang riset, Rabu (24/7/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih melakukan penguatan pendidikan karakter melalui program Gandhes Luwes yang termuat dalam Perwal Nomor 60 tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori mengatakan pendidikan karakter bisa dilakukan melalui pengembangan kearifan lokal yang ada.

Selama ini, sekolah sudah memiliki kearifan lokal yang bisa diunggulkan, seperti karawitan, dolanan anak, sesorah, dan lain-lain.

Sekolah Adiwiyata Jadi Tempat yang Tepat Tanamkan Pendidikan Karakter

Ia menilai siswa tidak cukup belajar akademik di kelas.

Menurutnya pendidikan karakter justru didapatkan siswa melalui kegiatan non akademik.

"Makanya perlu didukung sekolah-sekolah yang sudah memiliki keunggulan ini (karawitan, dolanan anak,dll). Sudah ada Perwal Nomor 60 tahun 2019 tentang program, Gandhes Luwes. Dengan produk budaya yang sudah ada,"katanya, Selasa (8/10/2019).

Ia melanjutkan untuk menguatkan pendidikan perlu tripusat pendidikan.

Tripusat pendidikan ia sinergi antara sekolah,keluarga, dan masyarakat.

Sekolah tidak bisa berjalan sendiri untuk menguatkan pendidikan karakter siswa.

Tanamkan Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

"Tripusat pendidikan, sekolah, kekuarga, dan masyarakat dibutuhkan. Tidak bisa hanya sekolah saja. Kalau di sekolah belajar dengan baik, sementara di rumah tidak, kan tidak bisa juga,"lanjutnya.

Ia menambahkan sebagai kota pelajar pihaknya perlu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta.

Sebab salah satu indikator kota pelajar adalah kualitas pendidikan sendiri.

Selain itu angka kriminalitas yang melibatkan pelajar juga kecil.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved