Nasional

Menaker RI : 58 Persen Angkatan Kerja Indonesia Lulusan SD/SMP

Dari 136 juta angkatan kerja di Indonesia sekitar 58 persen masih terdiri dari para lulusan SD dan SMP.

Menaker RI : 58 Persen Angkatan Kerja Indonesia Lulusan SD/SMP
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Menaker RI saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Upaya Mewujudkan Kedaulatan Pangan Sebagai Lumbung Pangan Dunia di Tahun 2045, Senin (7/10/2019) di Grha Instiper Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Hanif Dhakiri menyebut, dari 136 juta angkatan kerja di Indonesia sekitar 58 persen masih terdiri dari para lulusan SD dan SMP.

Pernyataan itu dilontarkan Menaker saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Upaya Mewujudkan Kedaulatan Pangan Sebagai Lumbung Pangan Dunia di Tahun 2045, Senin (7/10/2019) di Grha Instiper Yogyakarta.

Ditambahkan Hanif, selain kondisi itu, dunia kerja juga masih terkendala dari segi ketidakcocokan antara kualitas lulusan dengan pendidikan yang dijalani sewaktu mengampu pendidikan formal.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Angkanya bahkan bisa mencapai 50 persen dari jumlah angkatan kerja.

Sehingga, semisal dari 10 angkatan kerja terdapat enam yang kemungkinan akan tidak terserap di pasar kerja karena kualitas pendidikan.

Empat lainnya, jelas dia, masih akan terkendala dari sisi ketidaksesuaian lulusan dari kebutuhan industri.

"Jadi dari empat yang pendidikannya SMK, SMA, dan Diploma dua lainnya gugur lagi di pasar kerja karena skill nya tidak nyambung," ujarnya.

"Praktis di Indonesia ini, dari 10 angkatan kerja tadi cuman dua yang pendidikannya baik dan skill-nya sesuai dengan kebutuhan di pasar kerja. Itu tantangan kerja kita ke depan," sambung Menaker.

Job Fair Efektif Serap Tenaga Kerja

Untuk itu, dia mengklaim bahwa pemerintah terus berupaya untuk memperkuat sektor pendidikan formal.

Selain itu, pendidikan vokasi juga terus digenjot.

Upaya itu dinilai akan mampu meningkatkan ketidaksesuaian lulusan dengan industri saat ini.

Selain itu, juga mengupayakan para angkatan kerja untuk menggarap sektor wirausaha.

"Jadi selalu orientasinya dua peningkatan skill itu. Orang punya skill untuk modal wirausaha serta persiapan untuk masuk ke dunia kerja. Ini yang dilakukan pemerintah," tukasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved