Gunungkidul

Usai Masa Orientasi, Anggota DPRD Gunungkidul Sidak Persiapan Pilkades Serentak

Wonosari dipilih untuk sidak pertama kali karena di desa ini ditemukan kendala pada proses pendaftarannya hingga dilayangkan somasi.

Usai Masa Orientasi, Anggota DPRD Gunungkidul Sidak Persiapan Pilkades Serentak
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selesai mengikuti orientasi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul melakukan pengawasan langsung persiapan Pilkades serentak.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin, Minggu (6/10/2019).

“Pada Jumat lalu kami terjun langsung ke lapanangan untuk melihat persiapan Pilkades langsung. Untuk sidak akan dilakukan di seluruh desa yang menggelar Pilkade. Untuk yang pertama kali sidak dilakukan di Wonosari," katanya.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Menurut Ery Desa, Wonosari dipilih untuk sidak pertama kali karena di desa ini ditemukan kendala pada proses pendaftarannya hingga dilayangkan somasi.

“Sudah kami datangi dan panitia sudah menjawab terkait dengan somasi yang dilayangkan. Kami meminta kepada seluruh panitia agar bekerja sesuai dengan Peraturan Daerah No.17/2017 tentang Kepala Desa, serta Peraturan Bupati No.40/2019 tentang Pentunjuk Pelaksana tentang Pemilihan Kepala Desa," ungkapnya.

Ery berharap, Pilkades yang diselenggarakan dapat melahirkan pemimpin yang dapat berperan aktif dalam pembangunan desa.

Selain itu pihaknya siap untuk hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi jika ada masalah dalam Pilkades.

“Ini bukan sok-sokan atau ingin menjadi pahlawan, tapi sebagai pelaksana dalam pengawasan Perda,” ujarnya.

Guru SMK Gunungkidul Dapat Pelatihan Teknologi Terbarukan

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan mengatakan, di dalam pilkades serentak tahun ini dipastikan tidak ada masa perpanjangan masa pendaftaran.

"Tidak ada masa perpanjangan pendaftaran karena dari 56 desa sudah memenuhi syarat minimal yakni ada dua bakal calon bahkan ada salah satu tempat calon ada yang tiga," katanya.

Menurut dia, dengan tidak adanya perpanjangan masa pendaftaran, maka pilkades dapat dilaksanakan serentak pada 23 November mendatang.

“Bisa serentak karena tidak ada masa perpanjangan pendaftaran, maka bisa dilaksanakan pada tanggal 23 November mendatang," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved