Gunungkidul

Debit Air Berkurang, Jam Operasional Tangki BPBD Gunungkidul Molor

Debit sumber air yang terus berkurang berdampak pada penyaluran air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Debit Air Berkurang, Jam Operasional Tangki BPBD Gunungkidul Molor
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Debit sumber air yang terus berkurang berdampak pada penyaluran air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki, mengatakan pengisian air ke truk tangki saat ini memakan waktu yang lama akibat dari berkurangnya debit air dari beberapa sumber air yang diambil untuk keperluan droping air.

"Akibatnya truk harus mengantre lebih lama dibandingkan pada awal musim kemarau. Kami menggunakan tiga sumber air yaitu sumber air di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo dan Ngembel di Desa Karangtengah, Wonosari. Sedang satu sumber berada di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri," ucapnya, akhir pekan lalu.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Karena truk harus mengantre lebih lama, maka berakibat pada panjangnya jam operasional tangki pengangkut air.

Saat awal kemarau, operasional dimulai pukul 08.00-16.00 WIB, namun untuk saat ini pengoperasian lebih awal dan pulangnya lebih lama.

“Untuk mengatasi lama antre kami mencoba menggunakan sumber lainnya, seperti untuk wilayah Patuk dan Gedangsari kami mengambil sumber di Kecamatan Piyungan, sedangkan wilayah Purwosari memanfaatkan sumber air di kawasan Parangtritis," katanya.

Saat ini pihaknya belum menaikkan status ke darurat kekeringan karena stok bantuan air bersih dinilai masih mencukupi.

Terdampak Kekeringan, Warga Gunungkidul Manfaatkan Air dari Bocoran Pipa PDAM

"Diperkirakan hujan di wilayah Gunungkidul dimulai November mendatang,” imbuhnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul, Suharno wacanakan kembali pembangunan embung raksasa yang rencananya akan dibangun di daerah Semanu.

Menurutnya, pembangunan embung raksasa tersebut sebagai solusi jangka panjang untuk penanggulangan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul.

"Akan kami wacanakan kembali pada periode kali ini karena droping air bukanlah solusi untuk jangka panjang," katanya.

Menurutnya dengan adanya embung raksasa tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari namun bisa juga untuk mencukupi kebutuhan air untuk sektor pertanian. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved