Pendidikan

SD Pedagogia Meriahkan Festival Paduan Suara Anak Indonesia

SD Pedagogia Labschool Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY ikut memeriahkan Festival Paduan Suara Anak Indonesia ODE BENTARA di Universitas Sanada Dhar

SD Pedagogia Meriahkan Festival Paduan Suara Anak Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM / Sulistiono
PADUAN SUARA - SD Pedagogia Labschool FIP UNY mengikuti Festival Paduan Suara Anak Indonesia di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Sabtu (5/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SD Pedagogia Labschool Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY ikut memeriahkan Festival Paduan Suara Anak Indonesia ODE BENTARA di Universitas Sanada Dharma Yogyakarta, Sabtu (5/10/2019).

SD Pedagogia menggabungkan siswa kelas satu dan kelas dua dalam festival tersebut.

Kepala SD Pedagogia, Ningrum Pewitasari MPd, mengatakan, sejak awal mengetahui ada festival ini, pihak SD Pedagogia menyadari pasti banyak peserta yang sudah matang kualitasnya. Tapi, pihak sekolah memutuskan ikut dalam festival dengan maksud mengedukasi siswa terkait paduan suara.

"Kita ingin memberikan wawasan bagaimana pentingnya berlatih secara serius, belajar makna sebuah usaha, dari yang sama sekali belum bisa dan belum pernah ikut paduan suara, hingga harus belajar nada, irama, menghafal lagu, dan memaknai lagunya," katanya.

Ningrum, mengungkapkan, saat gladi bersih, pihak guru dan orangtua murid malah yang grogi. Pasalnya, anak-anak masih kecil-kecil, masih kelas satu dan kelas dua. Ternyata saat tampil, siswa-siswi SD Pedagogia sangat percaya diri dan kompak.

"Alhamdulillah, kami sangat kaget. Anak-anak memberi kami kejutan. Mereka tampil luar biasa, amazing. Persoalan kalah atau menang itu bagi kami tidak masalah. Melalui festival ini kami hanya ingin memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, sebuah festival yang menyenangkan," katanya.

Ketua Panitia ODE BENTARA, Paulina Dinartisti, mengatakan, ODE BENTARA ini merupakan festival paduan suara tingkat nasional yang diikuti 65 sekolah dari seluruh Indonesia. Festival Paduan Suara Anak Indonesia ini baru kali pertama digelar. Tahun pertama ini mengangkat tema Tribute To Composer Indonesia.

Acara ini digelar dalam rangka HUT ke-37 Bentara Budaya. Ini adalah festival paduan suara dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Tingkat TK dan SD membawakan lagu-lagu Dendang Kencana. Sedangkan
tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi menyanyikan lagu-lagu daerah dan lagu kebangsaan atau cinta Tanah Air.

Khusus peserta perguruan tinggi, ada dua kategori, yakni ada lagu daerah dan pop atau jazz. semua lagu yang dinyanyikan harus karya komposer indonesia. "Kita ingin anak-anak tahu dan menghargai karya kompuser Indonesia dan bangga menyanyikannya," katanya.

Khusus untu tingkat TK dan SD yang menyanyikan lagu Dendang Kencana, lagu-lagunya syarat dengan pendidikan karakter. Lagu-lagunya punya pesan moral. Bagaimana berempati kepada teman, bagaimana ucapkan terima kasih kepada guru dan orangtua, bagaimana menabung, dan bagaimana mandiri.

"Lewat lagu-lagu Dendang kencana yang dinyanyikan, kita berharap bisa membentuk karakter mandiri, bisa berempati, hormat kepada orangtua dan guru, dan cinta Tanah Air," katanya. (tribunjogja.com)

Penulis: ino
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved