UPDATE Kerusakan Gempa Ambon dan Seram, 6.184 Rumah Rusak dan 108 Ribu Warga Mengungsi

UPDATE Kerusakan Gempa Ambon dan Seram, 6.184 Rumah Rusak dan 108 Ribu Warga Mengungsi

UPDATE Kerusakan Gempa Ambon dan Seram, 6.184 Rumah Rusak dan 108 Ribu Warga Mengungsi
ANTARA FOTO/NURMAN HADIPRATAMA
Sejumlah bangunan rusak akibat gempa di dusun Wainuru, Maluku Tengah, Maluku, Minggu (29/9/2019). BPBD Provinsi Maluku mencatat total rumah rusak akibat gempa Maluku dengan magnitudo 6,8 mencapai 2.675 unit. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 6.184 rumah mengalami kerusakan akibat gempa 6,8 magnitudo yang mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram bagian barat pada Kamis (26/9/2019) yang lalu.

Jumlah rumah yang rusak tersebut merupakan data yang masuk ke BNPB hingga Kamis (3/10/2019) sore pukul 16.00 WIB.

"Rincian rumah rusak dengan kategori berbeda, yaitu rusak berat 1.990 unit, rusak sedang 1.101 dan rusak ringan 3.093. Selain kerusakan di sektor pemukiman, jumlah fasilitas umum yang rusak sebanyak 56 unit," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/10/2019).

Sementara itu, lanjut Agus, data dari BPBD Provinsi Maluku jumlah korban meninggal dunia kini sebanyak 34 orang, sedangkan luka-luka 149 dan yang masih mengungsi 108.313.

UPDATE | Data Korban Meninggal, Korban Luka dan Kerusakan Akibat Gempa Ambon

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian warga yang mengungsi dan bukan korban belum memahami status yang ditetapkan pemerintah setempat.

"Anggapan mereka bahwa selama masa tanggap darurat masyarakat sebaiknya masih di tempat pengungsian. Kondisi itu mengakibatkan banyak penyintas yang memutuskan akan tetap di pengungsian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 9 Oktober 2019," tutur Agus.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini untuk bantuan logistik baik yang melalui posko provinsi maupun kabupaten maupun yang langsung turun ke lokasi pengungsian makin merata.

BNPB pun masih terus membantu pemerintah daerah selama masa tanggap darurat.

"BNPB juga kembali memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 milyar untuk operasional penanganan darurat. Di samping itu, logistik berupa tenda gulung 5.000 lembar, matras 3.500 dan selimut 5.000 akan diberangkatkan malam ini menuju Maluku. Terkait dengan pelayanan kesehatan, BNPB mengerahkan 3 unit rumah sakit lapangan," imbuhnya.

Mayat Pemuda Ditemukan Sujud dengan Tikaman Pisau Dapur, Terlibat Cinta Segitiga

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) sekira pukul 08.46 Wit.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 34 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka.

Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB Catat Ada 6.184 Rumah Rusak Akibat Gempa Maluku", .

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved