Pendidikan

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Deklarasi Pantib For School

Ppencanangan deklarasi dilatar belakangi seorang siswanya merenggang nyawa lantaran menjadi korban pengeroyokan sejumlah pelajar.

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Deklarasi Pantib For School
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Suprihandono didampingi perwakilan siswa bersama Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Wirawan Hario Yudo seusai melakukan deklarasi Pantib For School, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mendeklarasikan diri sebagai Panca Tertib (Pantib) For School, Jumat (4/10/2019).

Deklarasi tersebut dihadiri pemangku kepentingan yang tak hanya berasal dari internal sekolah, namun juga wilayah serta beberapa OPD dan pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Suprihandono mengatakan bahwa pihaknya menginisiasi terbentuknya Pantib For School di sekolahnya sejak awal 2019.

Melalui serangkaian proses mulai dari pengajuan proposal, prasosialisasi, sosialisasi, hingga menuai kesepakatan, maka deklarasi bisa dilangsungkan.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Ia menampik bahwa latar belakang pencanangan deklarasi tersebut lantaran seorang siswanya merenggang nyawa lantaran menjadi korban pengeroyokan sejumlah pelajar seusai menonton pertandingan futsal belum lama ini.

"Korban meninggal bisa dibilang korban salah sasaran karena tidak ikut pertandingan futsal itu. Korban dari SMK Muhammadiyah 3 yang di situ nggak ada gerombolan SMK Muhammadiyah 3. Kebetulan saja main, ada SMK Muhammadiyah 3 (korban). Jadi bukan gerombolan. Ini (Pantib For Schoo) kami program sejak awal 2019, tapi baru sekarang deklarasinya," urainya seusai acara.

Pada deklarasi tersebut, terdapat beberapa komitmen yang harus dijalankan yakni meliputi ketertiban berlalu lintas, bebas siswa nongkrong, bebas asap rokok dan narkoba, bebas vandalisme, lingkungan sekolah hijau dan aman, serta cinta perdamaian.

"Tidak ada geng dan kongkow-kongkow di dekat lingkungan sekolah. InsyaAllah sekolah kami tertib dan tidak mudah terpancing dan lebih kondusif. Di sini anak-anak dididik untuk menguatkan pendidikan karakter dan akhlak," urainya.

Baru Saja Lulus, 30 Persen Lulusan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Langsung Terserap Dunia Kerja

Handono mengatakan, program tersebut perlu didukung stakeholder, utamanya di lingkungan sekolah RT/RW, kampung, kelurahan, kecamatan, hingga Pemkot.

"Program ini perlu dilaksanakan karena lulusan SMK yang mau langsung masuk lingkungan kerja perlu membentuk kepribadian yang tertib, disiplin, dan bagus agar jadi SDM yang dipilih dunia kerja," ungkapnya.

Sekolah dengan total siswa 1.204 tersebut menjadi sekolah tingkat SMA/SMK pertama di Kota Yogyakarta yang mendeklarasikan diri sebagai Pantib For School.

Handono mengatakan bahwa harapannya melalui program ini, bisa membawa kebaikan baik untuk SMK Muhamadiyah 3 Yogyakarta maupun SMA/SMK lain di Yogyakarta untuk mengikuti jejaknya.

"Setiap tiga bulan akan ada evaluasi pelaksanaan Pantib For School. Di tahun pertama kita laksanakan 2 bulan, 3bulan, dan per semester," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved