Yogyakarta

Lestarikan Budaya dan Kesenian, 22 Tokoh Terima Penghargaan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X

Dengan penghargaan ini, seluruh lapisan masyarakat diharapkan menyikapi kekayaan seni budaya asli DIY ini sebagai suatu warisan yang tak ternilai.

Lestarikan Budaya dan Kesenian, 22 Tokoh Terima Penghargaan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 22 tokoh budayawan, pelestari dan pelaku kesenian menerima penghargaan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dengan penghargaan ini, seluruh lapisan masyarakat diharapkan menyikapi kekayaan seni budaya asli DIY ini sebagai suatu warisan yang tak ternilai.

Penyerahan penghargaan ini diterima oleh 22 orang yang masuk dalam kategori Pelaku atau Pelestari Seni, Pelaku dan Pelestari Adat, Pelaku dan Pelestari Cagar Budaya, Rumah Tradisional, Kreator dan Budayawan.

Penyerahan tersebut dilakukan pada acara Anugerah Budaya Gubernur DIY 2019, Kamis di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Kamis (3/10/2019) malam.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

22 penerima ini terdiri dari pelaku dan atau pelestari seni yakni, Dyan Anggraini, Sumisih Yuningsih / Yu Beruk, Joko Pinurbo, Bambang Paningron Astiaji, Sri Wuryanti, Sanggar Tari Bali Saraswati KPB Purantara Yogyakarta, dan Moh Marzuki / Kill The DJ.

Untuk kategori kreator (pelopor dan atau pencipta karya budaya) adalah Pardiman Djoyonegoro dan budayawan, Jennifer Lindsay.

Untuk kategori pelaku dan atau pelestari adat terdiri dari pemangku upacara Adat Saparan Wonolelo, dr Wigung Wratsangka, Pemangku Upacara Adat Babat Dalan Ki Ageng Giring, Muh Satidjan, Pemangku Upacara Adat Cembengan an PT Madubaru, Pemangku Upacara Adat Bathok Bolu, dan H Umar Sanusi Heri Puspito.

Untuk kategori pelaku dan atau pelestari cagar budaya: jembatan kereta api di Sungai Progo (BH nomor 2034 sisi utara) atas nama PT KAI Daop 6 Yogyakarta, rumah tradisional limasan Celep Rt 9 Srigading, Bantul, rumah Idris Jalan Abu Bakar Ali 24, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta, rumah Idris Jalan Abu Bakar Ali 28, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta; biara bruder FIC Boro, Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo, dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Desainer Aksesori Indonesia, Rinaldy Yanuardi Raih Tiga Penghargaan di Kompetisi Desain Dunia

“Acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan dukungan Pemda DIY kepada para penggiat, pemerhati,dan pelestari budaya warisan leluhur DIY. DIY dibangun dengan konsep Hamemayu Hayuning Bawana yang merupakan budaya DIY tentunya apabila ada keselarasan dalam menerapkan konsep tersebut, semua aspek akan terpenuhi, termasuk aspek ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved