Yogyakarta

Danrem 072 Pamungkas Sebut Era Milenial Tantangan Nyata adalah Hoax dan Nir Militer

Dalam acara tersebut Danrem memberikan penjelasan tentang tantangan TNI di Era Milenial ini yaitu tentang derasnya arus informasi yang masuk ke Indone

Danrem 072 Pamungkas Sebut Era Milenial Tantangan Nyata adalah Hoax dan Nir Militer
istimewa
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni (kanan) saat menjadi narasumber pada acara Dialog Interaktif di RRI Programa 1 Kotabaru Yogyakarta dengan mengambil tema 'Peran dan Tantangan TNI di Abad Milenial', Kamis (3/10/2019) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 TNI dan Hari Ulang Tahun ke-69 Kodam IV/Diponegoro, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni menjadi Narasumber pada acara Dialog Interaktif di RRI yang bertempat di RRI Programa 1 Kotabaru Yogyakarta dengan mengambil tema 'Peran dan Tantangan TNI di Abad Milenial', Kamis (3/10/2019) lalu.

Kehadiran Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Muhammad Zamroni disambut langsung oleh Kepala RRI Yogyakarta Retno Desy Suwarsi, M.Si., beserta Staf sementara Danrem hadir didampingi Kasi Teritorial Korem 072/Pmk Kolonel Inf Heri Santoso.

Sejumlah Jajaran Korem 072 Pamungkas Naik Pangkat, Danrem: Wujud Penghargaan dari Negara

Dalam acara tersebut Danrem memberikan penjelasan tentang tantangan TNI di Era Milenial ini yaitu tentang derasnya arus informasi yang masuk ke Indonesia dan diterima oleh anak-anak milenial Indonesia dimana kebenaran dan sumbernya tidak jelas, sehingga apabila kebenarannya belum diketahui.

"Hal ini akan menjadi tantangan yang cukup berat bagaimana kita bisa memproteksi berita tersebut," bebernya.

Sementara saat ini banyak sekali pikiran-pikiran dan kehendak untuk menyuarakan hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, yang berdampak dapat mengganggu keutuhan dan keselamatan Bangsa Indonesia.

Silaturahmi Danrem 072/Pamungkas dan ICMI Yogyakarta

"Ini diakibatkan karena adanya berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya atau yang kita sebut dengan Hoax, dan akibat berita Hoax ini salah satunya adalah kejadian di Wamena, ini bisa mengancam keselamatan Bangsa dan Negara Indonesia," tandasnya.

Danrem juga menyampaikan bahwa tantangan terberat kita saat ini adalah bagaimana kita tetap bisa menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia akibat dari ancaman Nir Militer ini.

"Karena di era milenial ini ancaman Nir Militer ini sangat mengemuka yaitu dengan adanya keterbukaan informasi yang dapat menimbulkan berita-berita Hoax tentunya dapat menimbulkan akibat Intoleransi, Radikalisme dan berakibat dapat memecah belah keutuhan bangsa," sebutnya.

Sementara untuk prajurit sendiri harus dibekali agar bisa bijak dalam bermedia, prajurit harus bisa membentengi diri terhadap setiap berita yang diterima dan harus bisa meyakinkan darimana sumbernya dan kebenaran dari berita yang diterimanya.

"TNI juga dengan kegiatan Teritorialnya yang dilakukan oleh para Babinsa mengajak masyarakat untuk bersama-sama dapat memerangi ancaman Nir Militer ini," katanya.

Danrem: Mahasiswa Tetap Bertanggung Jawab Sampaikan Aspirasi

Lebih lanjut Brigjen TNI Muhammad Zamroni turut mengapresiasi pelaksanaan Demo Mahasiswa di Yogyakarta belum lama ini, pihaknya pun berterimakasih kepada seluruh Mahasiswa Yogyakarta yang telah dapat menjaga kondusifitas dan keamanan Yogyakarta.

Karena mahasiswa melaksanakan Demo dengan santun, aman dan tertib sehingga Yogyakarta mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

"Ini tidak lepas dari kerja bersama dari pihak keamanan baik TNI dan Polri, Mahasiswa, para Dosen dan para Rektor serta seluruh masyarakat yang menyadari bahwa Demokrasi itu boleh menyuarakan pendapat tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketentuan yang berlaku," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved