ADVERTORIAL

Petani di Poncosari Keluhkan Saluran Irigasi yang Tersedimentasi dan Pintu Air yang Sempit

Para petani di enam dusun di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan mengeluhkan tak bisa mulai menanam di musim tanam ini karena kekeringan.

Petani di Poncosari Keluhkan Saluran Irigasi yang Tersedimentasi dan Pintu Air yang Sempit
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Bupati Bantul Suharsono dan jajaran Pemkab Bantul menampung keluhan para petani dari Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan terkait saluran irigasi dan pintu air yang bermasalah, Selasa (1/10/2019) di kawasan Pantai Baru. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Para petani di enam dusun di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan mengeluhkan tak bisa mulai menanam di musim tanam ini karena kekeringan.

Namun jika nanti tiba musim hujan, sawah mereka terendam air.

Mereka menemukan ada masalah di saluran irigasi dan pintu air saluran irigasi.

"Permasalahannya, musim mau tanam ini kekurangan air. Sampai sekarang kurang air. Setelah menanam nanti kebanyakan air, apalagi menghadapi musim hujan, khawatir padi tidak hidup karena banjir," kata Koordinator Forum Komunikasi Petani Poncosari Selatan, Jumali saat paparan kepada Bupati Bantul, Selasa (1/10/2019) pagi di kawasan Pantai Baru.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Ia melanjutkan, ada sekitar 37 hektar sawah yang terdampak banjir saat musim hujan tiba.

Dampak paling terasa yakni saat Badai Cempaka 2017 silam.

Kerugian akibat banjir tersebut ditaksir Jumali mencapai Rp 70 juta.

"Dulu waktu sedang tanam, waktu 2017, hanya benih, bajak, tandur dihitung kerugian sekitar Rp 70 juta," ungkapnya.

Hampir tiap tahun sawah terendam ini terjadi, kata Jumali.

BPBD Bantul Waspadai Longsor pada Musim Hujan Mendatang

Ia dan petani lainnya berharap sedimen di saluran irigasi dikeruk sehingga tak menghalangi aliran air.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved