Kota Yogyakarta

Pesan Berantai Pemekaran Kota Yogyakarta Dipastikan Hoax

Kabar mengejutkan terkait pemekaran Kota Yogyakarta beredar viral melalui pesan berantai. Dalam pesan tersebut diinformasikan beberapa kecamatan baru

Pesan Berantai Pemekaran Kota Yogyakarta Dipastikan Hoax
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabar mengejutkan terkait pemekaran Kota Yogyakarta beredar viral melalui pesan berantai.

Dalam pesan tersebut diinformasikan beberapa kecamatan baru di Kota Yogyakarta.

Termasuk kecamatan yang saat ini secara batas wilayah masuk dalam Kabupaten Sleman dan Bantul.

Bupati Pamerkan Slip Gaji di Instagram, Ini Tanggapan Netizen

Sebut saja wilayah Bantul yang masuk dalam kecamatan baru di Kota Yogyakarta yakni Banguntapan, Baturetno, dan Kotagede.

Sementara untuk wilayah Sleman yang diinfokan masuk wilayah Kota Yogyakarta adalah Tirtohanggo, Sinduadi, Caturtunggal, dan Condongcatur.

Pemekaran Wilayah Kota Magelang Masih Terganjal Regulasi

Namun, informasi tersebut dipastikan hoax alias kabar bohong. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Yogya Octo Noor Arafat yang menjelaskan bahwa broadcast tersebut tidaklah benar.

"Iya saya juga dapat broadcast itu. Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan pertama. Tapi itu tidak benar," jelasnya, saat dikonfirmasi, Kamis (3/10/2019).

Octo menambahkan, berdasarkan pertemuan pihaknya dengan Pemda DIY, tidak ada wacana untuk pemekaran wilayah Kota Yogyakarta.

Ia lantas menjelaskan bahwa saat ini tengah fokus mempersiapkan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kelurahan.

"Berdasarkan Pergub tersebut, akan ada perubahan nama kelembagaan. Misal Kecamatan nantinya jadi Kemantren. Lalu Camat ganti sebutan Mantri Pamong Praja, serta Sekretaris Kecamatan adalah Mantri Anom," urainya.

Ia berharap, bahwa persiapan yang mulai dilakukan ini bisa segera selesai dan bisa mulai diterapkan pada 2020 mendatang.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved