Kota Yogya

Wali Kota Yogya Sebut 6 Prioritas di Anggaran 2020

Dalam RKPD 2020 dan rancangan KUA PPAS 2020, direncanakan pembangunan gedung unit XI Kompleks Balaikota dengan sistem multi years atau tahun jamak.

Wali Kota Yogya Sebut 6 Prioritas di Anggaran 2020
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko saat memimpin jalannya rapat paripurna, Rabu (2/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPRD Kota Yogyakarta menyelenggarakan rapat paripurna (rapur) Penetapan Komposisi Alat Kelengkapan (alkap) dan Pengantar Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) oleh Wali Kota Yogyakarta, Rabu (2/10/2019).

Dalam penyampaian KUA PPAS, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan bahwa dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020 dan rancangan KUA PPAS 2020, direncanakan pembangunan gedung unit XI Kompleks Balaikota dengan sistem multi years atau tahun jamak.

"Pembangunan gedung ini bukan hal yang paling menonjol. Tujuan pembangun gedung ini jadi inovasi pelayanan kepada masyarakat. Jadi nanti ada dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan, perwakilan kecamatan, dan sebagainya untuk memudahkan masyarakat mengurus semua di sana. Mereka tidak usah lari-lari," urainya, ditemui seusai rapur.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Selain terkait pembangunan gedung, Haryadi juga menyebut bahwa pada anggaran 2020 ada enam prioritas yang meliputi pemerataan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, pembangunan wilayah dan peningkatan infrastruktur, pelestarian lingkungan hidup dan pemanfaatan ruang, serta pemantapan kinerja aparatur dan birokrasi.

"Paling penting ekonomi dan SDM, baik di kalangan aparat Pemkot dan warga. Termasuk pembangunan ekonomi dan pemerataan. Terlebih tahun depan penataannya berubah, misalkan Stasiun Tugu dan beberapa tempat lain. Harus benar-benar disiapkan," urainya.

Pada rancangan anggaran 2020, Haryadi menjelaskan bahwa target pendapatan daerah Rp 1,7 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah Rp 683 miliar, dana perimbangan Rp 897 miliar, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 181 miliar.

Sementara untuk total belanja daerah adalah Rp 1,9 triliun yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp 775 miliar dan belanja langsung Rp 1,1 triliun.

Pemkot Yogya Harus Temui Warga Terdampak SAH Supomo

"Ada defisit anggaran Rp 136 miliar yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan Rp 176 miliar dikurangi pengeluaran pembiayaan Rp 40,4 miliar" sebutnya.

Sementara itu, pada agenda rapur lainnya, Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko mengatakan bahwa pimpinan dewan telah mengirim surat ke fraksi agar mendata dan menugaskan anggotanya ke alkap.

Selain itu, untuk menjalankan fungsi DPRD, maka perlu juga ditetapkan mitra kerja komisi.

Berdasarkan pemikiran tersebut, DPRD Kota Yogyakarta menetapkan enam keputusan yakni pembentukan dan penetapan keanggotaan komisi, Bapemperda, BK, susunan pimpinan dan anggota Banggar, Bamus, dan penetapan mitra kerja komisi DPRD Kota Yogyakarta.

"Seluruh anggota untuk masing-masing alkap telah diterapkan dan semua setuju. Saat ini untuk komposisi di komisi, paling banyak ada di Komisi A dengan 10 anggota. Sementara lainnya masing-masing diisi oleh 9 anggota," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved