Pilkada Serentak 2020, KPU DIY Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih Dari 80 Persen di Tiga Kabupaten

Target ini tak terlepas dari kesuksesan penyelenggaraan pemilu pada April 2019 lalu.

Pilkada Serentak 2020, KPU DIY Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih Dari 80 Persen di Tiga Kabupaten
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan (dua dari kiri), beserta jajaran komisioner KPU DIY saat jumpa media di kantornya, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mendatang di tiga kabupaten di DIY, mencapai angka lebih dari 80 persen.

Target ini tak terlepas dari kesuksesan penyelenggaraan pemilu pada April 2019 lalu.

Hamdan Kurniawan Ketua KPU DIY menjelaskan dalam pemilu 2019 lalu, partisipasi masyarakat Yogyakarta yang datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019 lalu mencapai angka 88 persen.

Angka ini, kata Hamdan, meningkat dari pemilu-pemilu sebelumnya yang hanya di angka 72,94 persen pada pemilu 2009 dan 80,2 persen pada pemilu 2014.

Peningkatan partisipasi kemarin juga melampaui target KPU DIY yang mematok di angka 82 persen dan target nasional yang dipatok di angka angka 77,5 persen.

"Meski berbeda tapi hasil pemilu kemarin bisa menjadi patokan, di Tiga Kabupaten yang akan Pilkada serentak besok angka partisipasi juga tinggi, Bantul dan Sleman itu 86-87 persen sedangkan Gunungkidul juga diatas 80 persen," terangnya kepada media (1/10/2019).

Menilik hasil partispasi pemilih dari tiga kabupaten ini Hamdan mengaku optimis akan mempertahankan angka diatas 80 persen partispasi pemilih.

Untuk menjaga dan meningkatkan angka partisipasi ini, KPU DIY akan membantu penyelenggara di daerah (KPU Kabupaten) untuk menyukseskan penyelenggaraan pilkada.

"Fungsinya kami (KPU DIY) disini adalah koordinasi, asistensi dan supervisi terhadap persiapan yang harus dilakukan seperti kemarin kita maraton dan cepat mendiskusikan dan melaksanakan persiapan termasuk perencanaan, kemudian untuk sosialisasi tentu dengan daya upaya kami akan lakukan. Kita juga kerjasama dengan instansi terkait kebetulan mitra kami juga sudah kencang sosialisasi. Upaya kami juga akan menggunakan media-media yang efektif, mungkin tidak jauh berbeda dengan pemilu 2019 lalu," tandasnya.

Sementara itu, Hamdan menjelaskan untuk mendapatkan partispasi yang tinggi diperlukan banyak faktor, tak hanya dilakukan pihak KPU saja melainkan elemen lain seperti peserta pilkada, pemerintah yang mensosialisasikan undang-undang soal pilkada hingga masyarakat secara langsung.

"Hingga calon-calon kepala daerah yang bisa juga menjadi magnet akan mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih," tandasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved