Sport

Jadi Tuan Rumah Porda DIY 2019, Kota Yogyakarta Siap Berikan Sajian Berkesan Saat Pesta Pembukaan

Tak hanya ingin gelaran Porda 2019 nanti berlalu begitu saja, panitia telah menyiapkan konsep opening yang memukau, berkesan dan sarat dengan makna me

Jadi Tuan Rumah Porda DIY 2019, Kota Yogyakarta Siap Berikan Sajian Berkesan Saat Pesta Pembukaan
Istimewa
Rombongan dari Koni Kota Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta saat berkunjung ke Kantor Tribun Jogja, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta berkomitmen menjadikan pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2019 berjalan lancar, sukses dan menjunjung tinggi sportivitas.

Tak hanya ingin gelaran Porda 2019 nanti berlalu begitu saja, panitia telah menyiapkan konsep opening yang memukau, berkesan dan sarat dengan makna mendalam.

Pesta pembukaan Porda DIY 2019 bakal digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Kamis (10/10/2019) sedangkan penutupa pada 18 Oktober mendatang.

Meski demikian, telah dilakukan soft opening karena beberapa cabor telah mulai dipertandingan sejak 1 Oktober kemarin menyesuaikan jadwal atlet yang bersangkutan mengikuti event olahraga lain.

Porda DIY 2019 : Gunungkidul dan Kulonprogo Berbagi Emas di Cabor Bridge

Adi Wardoyo selaku Koordinator Muda Berdaya for Jogja, sebuah kepanitiaan dibawah KONI Kota Yogyakarta yang menangani prosesi pembukaan dan penutupan Porda DIY 2019 mengatakan bahwa selain kemeriahan pesta pembukaan dan penutupan, ada prosesi etafet obor yang akan menjadi satu konsep baru dalam sejarah pelaksanaan Porda di DIY.

“Narasi gabungan unsur fiksi dan skenario ril dalam konten yang kita buat nanti, api obor ini diambil dari Gunung Merapi oleh salah satu tokoh pewayangan bernama Gatotkaca. Sedangkan gagang obor diambil dari kayu Timoho oleh Antareja di Kalikuning,” kata Adi saat berkunjung ke kantor Tribun Jogja bersama pihak Pemkot dan KONI Kota Yogyakarta, Selasa (1/10/2019).

Lanjut Adi, tokoh Gatotkaca dan Antareja dalam skenario ini adalah utusan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Setelah api dan gagang disatukan maka jadilah obor yang kemudian diserahkan ke perwakilan atlet.

Setelah diarak keliling, obor ini diterima walikota untuk dipakai menyalakan obor Porda DIY 2019 di lokasi acara pembukaan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

“Skenario ini menjadi paket visual kombinasi film dengan syuting masa lalu namun seakan terjadi saat ini, proses syuting sudah berjalan. Harapan kami konsep keberadaan obor Porda DIY ini dilakukan secara estafet di edisi berikutnya. Jikalau tidak, tetap bisa menjadi kesan ciri khas Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah penyelenggara,” kata Adi.

Porda DIY 2019 : Kota Yogya dan Bantul Dominasi Penyisihan Perdana Cabor Tinju

Selain sajian penyalaan obor ini, pesta pembukaan Porda DIY 2019 juga akan diisi dengan pentas tari kolosal melibatkan sekitar 250 penari.

Uniknya, akan ada 38 penari yang masing-masing akan memvisualisasikan 38 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam event Porda kali ini lewat seni gerak dan tari yang tentu akan menjadi daya tarik tersendiri.

“Arahan dari bapak walikota (Hariyadi Suyuti), konsep acara pembukaan Porda DIY 2019 ini dibuat lebih luas. Artinya, tidak hanya bertema khusus atlet namun tema luas dan general. Supaya masyarakat umum yang bukan atlet pun bisa menikmati setiap sajian yang diberikan selama prosesi pesta pembukaan dan penutupan nanti,” kata Adi.

Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Kota Yogyakarta, Tri Joko Susanto mengatakan bahwa persaingan di gelaran Porda DIY 2019 semakin ketat karena tiap atlet dari masing-masing daerah peserta ingin menjadi yang terbaik. Tri Joko pun secara khusus memberikan apresiasi kepada kontingen Kulon Progo yang diprediksi bakal menunjukkan tajinya di ajang ini.

“Selama ini dominasi juara Porda DIY dipegang Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman. Tapi saya lihat Kulon Progo ini juga mulai serius dalam mempersiapkan atletnya. Tentu ini jadi hal yang bagus karena event Porda DIY ini makin kompetitif demi melahirkan atlet-atlet terbaik asli putra DIY agar bersaing di kancah nasional maupun internasional,” kata Tri Joko.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana menjelaskan bahwa pelaksanaan Porda DIY 2019 juga bebarengan dengan gelaran Peparda atau Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2019. “Ini adalah kali pertama gelaran Peparda DIY dibarengkan dengan Porda DIY. Semoga keduanya berjalan lancar,” kata Edy menambahkan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved