Kerap Kehilangan Poin, PSS Sleman Wajib Benahi Catatan Laga Kandang di Stadion Maguwoharjo

PSS Sleman sudah begitu banyak kehilangan poin saat berlaga di depan belasan ribu suporternya.

Kerap Kehilangan Poin, PSS Sleman Wajib Benahi Catatan Laga Kandang di Stadion Maguwoharjo
Tribun Jogja/ Almurfi Syofyan
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro (tengah) didampingi Kapten tim Bagus Nirwanto (kiri) pada sesi jumpa pers jelang laga kontra Madura United. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Catatan PSS Sleman di Liga 1 2019 saat berlaga di kandang sendiri, Stadion Maguwoharjo, belum mengalami perbaikan.

Terakhir, Laskar Sembada dipaksa bermain imbang 2-2, kala menjamu Madura United, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (29/9/2019) kemarin.

Sebelumnya, PSS pun sudah begitu banyak kehilangan poin saat berlaga di depan belasan ribu suporternya.

Seperti ketika dibekuk  PSIS Semarang, lantas berbagi angka dengan Semen Padang, Bhayangkara FC, Persela Lamongan, Barito Putera, hingga Persipura Jayapura.

Alhasil, Bagus Nirwanto dan kawan-kawan pun baru mengemas 15 poin dari 10 pertandingan kandang yang telah mereka lakoni.

Torehan tersebut hanya lebih banyak satu angka saja, dibandingkan hasil yang PSS catatkan saat melawat ke markas lawan.

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro, mengungkapkan hasil minor yang diraih di markas sendiri cukup dipengaruhi faktor cuaca dan endurance pemain.

Bagaimana tidak, poin demi poin di homebase, sebagian besar tercuri saat pertandingan berlangsung pada sore hari.

Sedangan saat bertanding malam hari, PSS beberapa kali menunjukkan performa menterang di Maguwoharjo, sekaligus menyudahi perlawanan deretan kesebelasan papan atas layaknya Arema FC, Persebaya Surabaya, hingga PSM Makassar, secara dramatis.

"Saya belum menemukan sesuatu. Tapi, sebagai tuan rumah, beban pasti ada, karena harus memenangkan pertandingan. Selain itu, mungkin cuaca juga menjadi kendala, untuk ke depannya, bukan tahun ini saja ya, harus diantisipasi saat main sore," katanya.

Seto pun mengakui, di tengah padatnya jadwal kompetisi musim ini, sudah sangat berat untuk menggenjot kondisi fisik pemain.

Ia hanya bisa mengingatkan skuatnya, agar bermain seefektif mungkin di medan laga.

"Sudah berat ya, saya hanya bisa memberi masukan, supaya anak-abak bermain efektif dan efisien. Tetapi, kadang-kadang dalam situasi pertandingan, pemain lupa dengan apa yang saya bilang," keluhnya.

"Bagaimanapun juga, ini menjadi pelajaran, harus saya ingatkan terus, bagaimana, apa yang harus dilakukan, saat kita main kurang maksimal waktu pertandingan berlangsung sore hari," imbuh Seto. (*)

 

Penulis: aka
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved