Breaking News:

Jawa

Kerusuhan di Kota Magelang, 20 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka, Sebagian Besar Anak-anak

Dari 20 tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan P2TP2A dan KPAI karena sebagian masih anak-anak.

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Polisi Resort Magelang kota, AKBP Idham Mahdi, Minggu (29/9/2019) di Mapolres Magelang Kota, saat memberikan keterangan kepada wartawan soal kasus kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 20 orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Magelang Kota dalam kerusuhan yang terjadi di depan Kompleks Pemkot Magelang dan DPRD Kota Magelang, Kamis (29/9/2019) lalu.

Sebelumnya ada 59 orang yang diamankan, 39 orang dipulangkan karena tak cukup bukti.

Sementara 20 jadi tersangka.

Kepala Polisi Resort Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi mengatakan, pelaku yang sudah diproses sebanyak 20 orang. 

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Sebanyak 39 orang sebelumnya telah dikembalikan, tetapi tetap wajib melapor.

Dari 20 tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan P2TP2A dan KPAI karena sebagian masih anak-anak.

"Pelaku yang sudah diproses sebanyak 20 orang. 39 sudah dikembalikan, namun tetap wajib lapor. Dari 20 ini, akan kami koordinasikan dengan instansi terkait seperti P2TP2A, KPAI. Pelaku sendiri campuran, umum sebanyak enam orang, dan sisanya anak-anak 14 orang," tutur Idham, Minggu (29/9/2019) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Magelang Kota.

Idham mengatakan, pasal yang digunakan adalah pasal perusakan, perbuatan menyerang petugas dan perbuatan secara bersama-sama mengakibatkan kerugian material.

Ke-20 orang tersebut sudah menyandang status tersangka.

59 Orang Diamankan Paska Kerusuhan di Kota Magelang

Terkait penahanan, pihaknya akan melakukan koordinasi.

Pelaku yang sebagian anak-anak, sebanyak 14 orang anak-anak, mereka memerlukan koordinasi dari KPAI dan pendampingan sesuai aturan perundang-undangan.

Sementara itu, sebagian pelaku lainnya tetap ditahan.

"Kita juga sudah melakukan proses. Yang terbukti melakukan upaya dekstruktif, upaya-upaya yang menimbulkan kerugian, terutama kerugian material, semua diproses sudah sesuai prosedur," tutur Idham.

Idham sendiri masih menyelidiki kasus kerusuhan kemarin, termasuk dalang dibalik kericuhan tersebut.

Ia sendiri menilai oknum bukan dari mahasiswa.

"Kemarin itu kami nilai bukan dari mahasiswa, kalau mahasiswa tentu akan lebih bijaksana. Provokator? kami masih selidiki dalami kasus ini," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved